Zulkifli Hasan: Impor TKA Gambarkan Pengkhianatan Terhadap Sila Ketiga

472
Zulkifli Hasan
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, SE, MM [zulhasan.com]

JURNAL SUMBAR | Padang Pariaman — Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, SE, MM menyoroti permasalah maraknya impor tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Ia menilai pengimporan tersebut menggambarkan pengkhianatan terhadap sila Persatuan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syeikh Burhanuddin Padang Pariaman dengan tema Sosialisasi tentang empat pilar Bangsa, Kamis (13/4/2017).

Terkait dengan maraknya tenaga kerja asing, Zulkifli  mendorong pemerintah daerah dan mahasiswa dapat meningkatkan daya saing sebagai solusi menghadapi serbuan tenaga kerja era pasar bebas.

“Sila ini yang menyiratkan dukungan oleh warga Indonesia terhadap sesama. Penggusuran secara tidak manusiawi, pengimporan tenaga kerja asing buruh kasar saat usia angkatan kerja Indonesia banyak yang mengganggur, kesenjangan sosial dan ekonomi menggambarkan bahwa telah terjadi bentuk penghianatan terhadap Sila Persatuan Indonesia,” ulasnya.

[baca juga: Ketua MPR RI: Agama dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan]

Sementara itu,  Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni,  mengaku bangga dipilihnya Pariaman sasaran lokasi sosialisasi empat pilar kebangsaan Ketua MPR RI. Ia berharap agar, kunjungan yang dilakukan ketua MPR itu, bukanlah yang terakhir kalinya, namun menjadi kunjungan pertama untuk kunjungan selanjutnya.

“Padatnya jadwal Ketua MPR RI, masih disempatkan berkunjung dan memberikan ilmu kepada mahasiswa dan civitas akademik di Pariaman, suatu kebanggan bagi kami,” ujar Ali Mukhni.

Wakil Wali Kota Pariaman,Dr.H. Genius Umar dalam kesempatan tersebut meminta ketua MPR RI Zulkifli Hasan, bisa mendorong upaya pengembangan pariwisata Kota Pariman dan Kabupaten Padang Pariaman, salah satunya dengan pengembanagan jalan dua jalur dari Bandara Internasional Minangkabau Kabupaten Padang Pariaman menuju Kota Pariaman.

Sesuai dengan visi kedua daerah untuk pengembangan pariwisata, tentu hal ini dapat dilakukan dengan dukungan dan ketersediaan akses jalan yang baik. “Kita mohonkan kepada ketua untuk dapat didorong di tingkat pusat,” pungkasnya. (amir)

Editor: M. Piliang
Sumber: tabloidbijak.com