Camat dan Polisi Uber PETI, Pemilik Alat Berat Janji Hentikan Penambangan

1079

JURNAL SUMBAR| Sijunjung —  Upaya Polisi dan unsur Pemkab Sijunjung untuk menghentikan aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) di Sijunjung terus dilakukan. Tak jarang langkah penertiban PETI itupun harus melalui berbagai rintangan termasuk melewati jalan semakbelukar dan lumpur.

Setidaknya itulah gambaran inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan unsur Kecamatan Lubuktarok bersama unsur Polsek setempat pada, Senin (29/5) siang.

Bahkan Sidak yang dikomandoi Camat Lubuktarok, Dodi Katim dan Kapolsek Lubuktarok, Iptu.Pol. Arief, bak serial Upin-Ipin bermain petak umpat.

Betapa tidak, tim Sidak yang dilakukan unsur kecamatan itu datang kelokasi tambang Jorong Rumbai, Nagari Lalan, datang secara diam-diam tanpa kenderaan melintasi semakbelukar dan jalan berlumpur.

“Sesampai kami dilokasi tambang, para penambang bergegas menghentikan tambangnya. Bahkan diduga ada diantara penambang itu berpura-pura mancing dan juga berpura-pura duduk ditepi sungai dan juga ada yang pura-pura ngobrol di pondok-pondok warga sekitar lokasi tambang,”kata Dodi Katim pada Jurnal Sumbar, Senin (29/5) sore.

Menurut mantan Kabid Lingkungan Hidup Pemkab Sijunjung itu, disaat petugas datang ada dua alat yang tengah diumpet disemak-semak.

“Dilokasi kami hanya menemukan tiga alat berat exavator tanpa ada orang. Tapi dilokasi itu juga ada jejak alat berat diduga ada dua exavator yang disembunyikan,”katanya Dodi mengaku mereka sudah mengantongi nama pemilik alat berat tersebut tanpa menyebut identitanya.

Bahkan kata Dodi, pihaknya sempat dihubungi pemilik exavator. “Mereka menelpon dan berjanji semalam-malam hari segera mengeluarkan alat berat dan tidak akan melakukan penambangan lagi,”terang Camat Lubuktarok.

Informasi yang berhasil dihimpun Jurnal Sumbar, atas reaksi keras dari Kapolres Sijunjung, AKBP.Imran Amir, S.IK.MHum, supaya dengan tegas menghentikan penambangan pun membuahkan hasil. Apalagi para penambang diberi warnig
“Jika mereka masih membandel akan ditindak tegas ,” kata Imran Amir pada Jurnal Sumbar sebelumnya.

Senin (29/5) sore, Kapolres Sijunjung, AKBP.Imran Amir, S.IK
MHum, kepada Jurnal Sumbar, menyebutkan semua alat sudah keluar. “Kondisi aman, semua alat sudah keluar dari lokasi tambang,”jelas kapolres.

Tak heran pernyataan sang mantan subdit Tipikor Polda Sumbar itu membuat ciut nyali para pemodal PETI. Bahkan kabarnya, Senin (29/5) malam ini, tersiar mereka akan bertandang kerumah dinas Wabup Sijunjung, Arrival Boy.

Terkait itu, mantan aktivis 1998 versi Sijunjung di era mantan Bupati Sijunjung, (alm) Syahrul Anwar, itupun tak menapiknya.

” Memang sih ada diantara mereka yang nelepon dan akan bersilaturrahmi ke rumah dinas. Apa mau mereka nanti kita lihat. Yang jelas langkah persuashif yang dilakukan kapolres sebelum ada tindakan upaya hukum sudah tepat,”kata alumni Fakultas Hukum Univetsitas Bung Hatta itu.

“Jangan terjadi lagi kisah jalan putus di Silokek yang menyebabkan beberapa nagari terisolasi. Jaan sampai tajadi lo di Lubuktarok Silokek jilid II,”tambah Arrival Boy, prihatin ulah PETI berdampak pada lingkungan, termasuk pekatnya batang sukam tak bisa dikonsumsi warga. [saptarius]