Dua Orang Meninggal, Punggasan Utara Pessel KLB Demam Berdarah

781
Salah seorang pasien demam berdarah yang lagi dirawat di Puskesmas Air Haji (poto: Ist)

JURNAL SUMBAR | Pessel — Sejak 22 Mei lalu, daerah Punggasan Utara, kecamatan Linggo Sari Baganti, kabupaten Pesisir Selatan dilanda wabah demam berdarah. Tercatat sudah dua orang meninggal dunia, dan sepuluh orang dirawat di Puskesmas dan RSUD M Zein Painan.

Demikian diungkapkan dr. Desmon Eka Putra, Kepala Puskesmas Air Haji menjawab Jurnal Sumbar via ponselnya, Senin malam (29/5). “Juga tercatat ada delapan orang yang demam biasa yang dirawat di rumah,” ujarnya. “Kondisinya terus kita pantau,” tambahnya.

Ditambahkan Desmon, pihaknya sudah melakukan program 3M Plus guna mengantisipasi penyebaran ke daerah lain. “Masyarakat kita ajak gotong royong mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras bak mandi dan membakar sampah-sampah plastik yang berpotensi jadi tempat pembiakan nyamuk,” terangnya. “Kita juga sudah melakukan poging atau pengasapan di daerah terdampak,” tambahnya.

Guna mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang lebih luas lagi, lanjut Desmon, tim monitoring dan evaluasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pessel sudah turun ke lapangan. “Semua pihak terkait sudah digerakan untuk bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan lingkungan permukiman,” jelasnya.

“Lingkungan permukiman daerah terdampak deman berdarah ini memang kurang bersih,” jelas Desmon lagi. “Makanya kita dorong supaya bersama-sama membersihkan lingkungan rumahnya masing-masing,” pungkas Rang Surantiah tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Sumbar, di Puskesmas Balai Selasa, kecamatan Ranah Pesisir juga banyak dirawat pasien demam berdarah asal Punggasan Utara. Semua pasien tertangani dengan baik, dan kondisinya sudah membaik. [Enye]