Imran Amir, Kapolres Sijunjung yang Dekat dengan Masyarakat

2786
Kapolres Sijunjung
Imran Amir, Kapolres Sijunjung

JURNAL SUMBAR | Sijunjung — Sejak dilantik Kapolda Sumbar, Brigjend.Pol. Drs. Fakhrizal, M.Hum, pada Selasa (2/5) lalu, AKBP. Imran Amir, S.IK, MH resmi menjadi Kapolres Sijunjung menggantikan AKBP. Dodi Pribadi.S.IK yang pindah tugas ke Polda Sumut.

Sejak itu pula wilayah hukum Sijunjung dipimpin komandan baru yang dikenal lebih merakyat dan dekat pada masyarakat. Terbukti, selang empat hari dilantik pria kelahiran Padang, 2 Oktober 1976 buah perkawinan Amirullah dan Darwati karyawan PT.Semen Padang itu langsung menyambangi warga.

Bahkan ketika ada warga Lubuktarok meninggal dunia, suami dari dr. Yola Yofana itu langsung mengirim karangan bunga tanda jajaran Polres Sijunjung turut berduka.

“Ini suatu kehormatan besar bagi kami, sejak dunia takambang, ini baru pertama kali seorang pemimpin sekeliber Kapolres memberi karangan bunga duka cita. Sungguh kami sangat bangga pada Kapolres Sijunjung yang baru. Selamat bertugas di Sijunjung pak, kami siap bahu membahu dalam pengabdian bapak di Kabupaten Sijunjung,” kata Zuriatman, Walinagari Lubuktarok pada JURNAL SUMBAR, Minggu sore (7/5) di Lubuktarok.

Kapolres Sijunjung
Imran Amir saat dilantik Kapolda jadi Kapolres Sijunjung.

Sementara itu, alumni SMA Negeri 2 Padang tahun 1994 itu kepada JURNAL SUMBAR, Minggu (7/5) berjanji akan memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati pada masyarakat.

“Sesuai program dan pesan Kapolri, polisi adalah abdi dan pelayan masyarakat. Termasuk jika ada masyarakat yang hidupnya jauh dari garis kemiskinan, polisi wajib menolongnya. Untuk itu, diminta pada anggota Babinmas untuk mendata warga yang benar-benar tidak mampu,” kata Perwira Tinggi jebolan AKABRI Polri tahun 1998 itu.

Bahkan menurut mantan Kasubdit Tipikor Polda Sumsel itu, ia akan selalu mendekatkan diri pada masyarakat, termasuk pada insan pers yang ada di Kabupaten Sijunjung. Dengan pengalaman yang pernah dilaluinya, baik di Polda Kalimantan Selatan dan Riau serta Palembang dirasa tak begitu sulit untuk membaur ke tengah masyarakat.

Sebagai putra daerah Minang bapak dari Aura (6 th) dan Jesifa (3 th) tentu sudah mengenal kultur adat istiadat Minang, yang tidak lapuak dek hujan dan tidak lekang dek paneh.

“Dengan paradigma baru, kami akan selalu ada untuk masyarakat,” ucap Imran sembari mengajak masyarakat untuk selalu menjaga Kamtibmas bersama polisi. [Saptarius]