Korban Pemerkosan Alami Depresi Berat

2835
Korban Pemerkosan
Ketua P2TP2A Sijunjung, Zulkarnaen saat melihat kondisi terkini korban pemerkosaan

JURNAL SUMBAR| Sijunjung — Melati (samaran, red) yang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh sepuluh pelaku hingga saat ini masih mengalami trauma berat. Selain enggan berkomunikasi dan selalu berwajah murung, ia juga takut melihat laki-laki.

Dengan barbaju kaos biru dan celana jean, perempuan berusia 16 tahun tersebut musti harus dipapah oleh keluarganya untuk keluar kamar dan duduk di ruangan 3×4 meter saat menemui Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PTP2A).

Kakak Korban, R menyebutkan, sejak kejadian, hampir setiap waktu adiknya mengurung diri dalam kamar, bahkan untuk makanpun enggan.

“Baru dua hari inilah Melati makan dan itu pun sasuok,”kata R, kakan korban.

Ketua P2TP2A Sijunjung, Zulkarnaen menyebutkan kepada Jurnal Sumbar, kondisi korban saat ini masih mengalami depresi berat dan belum dapat memberikan keterangan. Menurutnya, Melati perlu bantuan agar dapat kembali pulih.

” Korban mengalami trauma berat, kondisi phisikolisnya lemah. Kalau melihat lelaki ia ketakutan,”kata Zulkarnaen yang saat ini membawa korban ke Mapolres Sijunjung untuk memberikan keterangan.

Zurkarnaen juga menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan bantuan, baik medis maupun psikologis. Bahkan sebelumnya, pihak Dinkes Sumbar juga telah mengunjungi korban dan memberi perawatan.

Sementara itu, paman korban, J (36) meminta aparat kepolisian untuk dapat menangkap semua pelaku. Selain itu, ia juga mengharapkan kepedulian dari masyarakat lainnya.

” Kami minta keadilan,  kami juga berharap ada yang peduli pada korban,” kata J.

Kapolres Sijunjung, AKBP  Imran Amir, S.IK.MHum berjanji akan terus memburu para pelaku. “Hingga kini baru tiga tersangka yang ketangkap dan sisanya masih buron,”ucap Imran Amir Pada Jurnal Sumbar.

Bahkan kapolres telah memerintahkan tim Satserse Polres Sijunjung untuk terus memburu para pelaku hingga ketangkap. “Sebelum ketangkap jangan pulang,” ujar kapolres memerintahkan anak buahnya dengan tegas. [Saptarius]