Peminat UIN Imam Bonjol Mengalami Peningkatan

2106
UIN Imam Bonjol
Kampus III UIN Imam Bonjol Padang

JURNAL SUMBAR | Padang – Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman mengatakan, pada Tahun Akademik 2017/2018 ini UIN Imam Bonjol targetkan penerimaan mahasiswa sebanyak 3.200 orang. Mencapai target tersebut, 50 persen nya akan direkrut melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagaman Islam  (SPAN-PTKIN), 30 persen disaring melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagaman Islam (UM-PTKIN), dan 20 persen lagi diinput melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri (SPMB-Mandiri).

“Sedangkan untuk jalur SPAN-PTKIN yang diumumkan hari ini, kuota yang tersedia sebanyak 1.600 kursi. Kita harapkan semuanya bisa mendaftar,” kata Rektor kepada media, Selasa (2/5).

Selain itu, dengan banyaknya peminat jalur SPAN PTKIN memberikan pesan bahwa UIN Imam Bonjol Padang masih menjadi target bagi siswa-siswi berprestasi. Hingga saat ini jumlah peminat IAIN/UIN Imam Bonjol Padang jalur (SPAN-PTKIN) tahun akademik 2017/2018 menunjukkan trend yang bagus. Dari 56 PTKIN yang ada di bawah Kementerian Agama RI, IAIN /UIN Imam Bonjol tembus peringkat sepuluh besar.

“Angka itu berdasarkan pilihan pertama. Jika dimasukkan pilihan kedua, kita justru peringkat ke sembilan, di atas UIN Lampung,” ucap rektor.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Ikhwan mengatakan, jika dicermati, data teratas ditempati perguruan tinggi bertaraf UIN, seiring keluarnya Perpres Nomor 35 Tahun 2017 tentang peningkatan status IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol Padang. Sejatinya perguruan tinggi agama tertua di pulau Sumatera, sudah selevel dan sanggup berkompetisi dengan UIN yang lebih dahulu hadir.

“Data SPAN-PTKIN tersebut nama IAIN/UIN Imam Bonjol masih harum dan diminati masyarakat. Faktor terpenting dan tak bisa diabaikan, bahwa jumlah program studi (prodi) dan peringkat akreditasi IAIN/UIN Imam Bonjol Padang lebih baik dari kompetitor,” terang Ikhwan.

Ia mengakui, sejumlah perguruan tinggi besar dan ternama ada di kota Padang, merupakan tantangan yang terbaik untuk mengasah kemampuan akademik dan non akademik. Selain itu, secara tradisi, kota Padang adalah kota pelajar terpenting di Sumatera.

“Meskipun demikian ke depan kita akan lebih fokus meningkatkan kualitas input dengan cara memperketat seleksi dan mengedukasi calon mahasiswa,” tegas Ikhwan. [Rahul Kampai]