Polisi Berhasil Bekuk Pelaku Utama Pemerkosaan

2254
Pelaku Utama Pemerkosaan
Imran Amir saat dilantik Kapolda jadi Kapolres Sijunjung.

JURNAL SUMBAR| Sijunjung — Setelah berhasil menangkap tiga pelaku pemerkosaan di Kanagarian Tanjunggadang, Kecamatan Tanjunggadang dalam tempo waktu tiga jam, kini jajaran Polres Sijunjung dibawa komando Kapolres AKBP Imran Amir,S.IK.MHum yang baru beberapa hari dilantik berhasil menangkap pelaku utama pemerkosaan.

Alhamdulillah tadi malam (Sabtu-red) kita berhasil menangkap pelaku utama pemerkosaan berinitial il, 19 th. Saat ini pelaku dalam proses,” kata Kapolres Sijunjung Imran Amir pada Jurnal Sumbar, Minggu (14/5) pagi via telepon selularnya.

Dengan kerja keras jajaran Polres Sijunjung dalam waktu 3 x 24 jam polisi berhasil menangkap pelaku utama. Meski tak merinci kronologis penangkapan, pelaku utama pemerkosan terhadap wanita belia berinitial Melati, 16 th, polisi telah menunjukan keseriusannya dalam menangkap pelaku bejat tak bermoral.

“Sampai kemanapun kami akan terus memburu para predator itu. Saya sudah menegaskan anggota satreskrim untuk tidak pulang sebelum berhasil menangkap pelaku. Alhamdulillah pelaku utamanya berhasil kita tangkap dan kita akan terus memburu yang lainnya” tambah Kapolres alumni SMAN 4 Padang itu.

Dengan telah ketangkapnya pelaku utama, artinya hingga kini polisi sudah berhasil membekuk empat tersangka dari dugaan 10 pelaku pemerkosaan.

“Kami salut dan bangga atas keseriusan Polres Sijunjung dalam menangani kasus pilu yang menimpa warga kami. Atas nama masyarakat kami mengucapkan terimakasih dan bangga atas kerja Polres Sijunjung,” kata Darmon salah seorang tokoh masyarakat Tanjunggadang kepada Jurnal Sumbar, Minggu (14/5) pagi.

Ketua Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Sijunjung, Zulkarnaen yang juga pendamping dari korban pemerkosaan Melati berharap polisi terus memburu para pradiator. “Jangan dibiarkan para paradiator itu berkeliaranĀ  dan kami juga berterimakasih atas kerja keras polisi yang membuahkan hasil,” kata Zulkarnaen pada Jurnal Sumbar, Minggu (14/5).

Bahkan Zulkarnaen mengingatkan pada setiap orang tua untuk berhati-hati atas penggunaan handphone terutama nomor ponsel yang tak dikenal.

“HP itu cukup besar pengaruhnya terutama bagi anak-anak banyak cara pelaku untuk menjerat mangsanya melalui HP untuk itu dibutuhkan pengawasan orangtua,” tambah Zulkarnaen.

Hingga berita ini diturunkan kondisi korban pemerkosaan melati masih mengalami depresi berat. “Korban hingga kini masih trauma berat belum bisa sepenuhnya untuk dimintai keterangan,”tambah ketua P2TP2A Sijunjung itu.[Saptarius]