Polres Tertibkan PETI di Sijunjung

2690
Aktifitas penambangan di Sijunjung

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Jajaran Polres Sijunjung lakukan razia di sejumlah aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) di wilayah hukum Polres Sijunjung. Meski tidak ada penyitaan alat berat atau mengamankan peralatan, polisi berhasil mengaman beberapa tempat aktivitas PETI.

Dilakukannya razia penertiban itu sekaitan dengan adanya laporan masyarakat aktivitas PETI di sejumlah lokasi di Sijunjung.

Bahkan ulah PETI itu membuat jalan di Nagari Silokek terputus hingga ratusan meter. Akibat PETI itu membuat beberapa nagari terisolasi.

Sabtu (27/5) tadi pagi jajaran Polres Sijunjung kembali menertibkan PETI di Jorong Rumbai, Nagari Lalan, Kecamatan Lubuktarok. PETI di Lubuktarok itu diduga berlangsung baru empat hari.

“Setelah kita dapat informasi ada aktivitas PETI di Jorong Rumbai Nagari Lalan, anggota Polres dan Polsek Lubuktarok langsung kelokasi. Ketika memang terlihat adanya aktivitas para PETI,” kata Kapolres Sijunjung, Imran Amir, S.IK.MHum kepada Jurnal Sumbar, Minggu (27/5) siang.

Meski tanpa menyita peralatan, PETI yang menggunakan alat berat excavator, polisi berhasil menghentikan kegiatan para PETI. “Untuk saat ini kita memberi peringatan agar para PETI untuk menghentikan kegiatannya. Jika mereka masih membandel akan kita tindak secara tegas,” kata Imran Amir didampingi Kapolsek Lubuktarok, Iptu.Pol. Arief itu.

Bahkan Wabup Sijunjung Arrival Boy, SH sangat gerah dan menyesalkan tindakan para PETI yang kian merajalela. “Jalan Silokek belum bisa diperbaiki hingga kini yang terputus karena diduga adanya aktivitas PETI salah satu penyebabnya. Apakah Lalan akan jadi Silokek jilid II,” ucap Arrival Boy pada Jurnal Sumbar, Minggu (27/5) sembari minta aparat untuk menindak tegas para PETI.

Lihatlah kerusakan terjadi dimana-mana. Seperti di Kecamatan Kupitan, Kototujuah, Ampeknagari dan Sijunjung, sawah-sawah warga tak lagi bisa digaraf ulah PETI dan sungai pun menjadi rusak. “Apakah Lubuktarok akan dibiarkan rusak ulah PETI,” keluh Wabup Sijunjung prihatin.

Hingga kini siapa pemilik alat berat kegiatan PETI di Lalan itu belum diketahui secara pasti. “Hingga kini kita belum terima laporan siapa pemilik alat dan pemodalnya. Yang jelas sudah kita ingatkan dan ditegur. Pendekatan secara persuashif sudah kita lakukan. Jika masih membandel kita tindak tegas,” kata Kapolres Sijunjung Imran Amir. Saptarius