Sukirman Ahli Urut Tuna Netra

459
Sukirman
Sukirman tengah mengurus salah satu langganan

JURNAL SUMBAR| Sijunjung — Sikilas mungkin orang tak percaya, jika sosok pria kelahiran 1974 itu penderita tuna netra. Karena soratan matanya terlihat jernih, tak jarang orang mengira ia normal.

Meski Sukarman yang dikenal sebutan pokieh buter dan istrinya Rosmida mengalami nasib yang sama, toh ia tak pernah mengemis.

” Kenapa kita harus mengemis, kita kan diberi akal dan pikiran untuk berusaha oleh Alloh. Yaa..dengan cara memijat pasien yang datang bisalah untuk pambali bareh,” kata pria kelahiran Lubuktarok Sijunjunh pada Jurnal Sumbar, Sabtu (19/5)

Sukarman mengalami tuna netra sejak tahun 2007 karena penyakit glukoma tekanan bola mata tinggi. Berbagai upaya telah dilakukanya untuk berobat, tapi apadaya, Alloh berkata lain, ia mengalami tuna netra hingga kini.

Meski ia tuna netra, Sukirman tak pernah berputus ada. Pada tahun 2011, Sukirman pun masuk pendidikan di UPTD Panti Sosial Bina Tuna Netra(PSBN) Tuah Sakato Padang. Pada tahun 2013, bapak tiga anak ini berhasil mengantongi sertifikat keahlian.

Sebelum mengalami kebutaan, Sukarman pernah bekerja di rumah makan. Tapi sejak mengalami kebutaan, ia tak lagi bekerja.

“Untung saya menimpa ilmu di PSBN singga dengan modal itu saya bisa menyambung hidup walau tak seberapa,” kata Sukirman berkisah.

Ilmu yang didapat semasa pendidikan, mulai agama, tentang kehidupan srhari-hari, orentasi mobilitas, anatomi,phisiologi, patologi, etika profesi massur, dan ilmu pijat refleksi, massage, siatsu dan tentang urut mengurut lainnya.

Dengan modal urut itu juga ia pernah mengurut mantan Walikota Padang Fauzi Bahar. ” Saat saya magang di RS Siti Rahmah di ruang phisiotrafi saya diberi kesempatan untuk memijat walikota pak Fauzi Bahar,” kisahnya.

Kini Sukirman tinggal di Sijunjung membuka pratek sedehana di pondok sewaan berukuran 3×6 meter lengkap kamar mandi berdinding papan.

Ia mengakui, saat ini membutuhkan biaya untuk sewa, biaya tempat tidur, kipas, angin, gorden dan perabot rumah tangga.

Mungkin kah Dinas Sosial peduli? “Yaa..kalau untuk makan sehari-hari jadilah,”kata Sukirman.

Meski tanpa menentukan tarip, Sukirman tak pernah mengeluh seberapapun diberi pasiennya. ” Berapa pun diberi pasien itulah rezeki kita dari pada kerja meminta minta,”ucapnya.

Nah, anda penat dan kecapean dan ada rasa nyeri sakit? Datang saja ke TNT Masage Pijat Tuna Netra Kilometer 5, Depan SPBU Tanahbadantuang, Sijunjung, Sumbar. [Saptarius]