Tanpa Alasan, Bupati Limapuluh Kota Copot Sekda Berprestasi

1851
Yendri Tomas
Yendri Tomas

JURNAL SUMBAR | Padang — Harmonisasi Bupati Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Irfendi Arbi dengan wakilnya Ferizal Ridwan sepertinya sudah rusak. Bahkan, isu kedekatan Sekda Yendri Tomas dengan Wabup Ferizal Ridwan bikin Bupati Irfendi Arbi “kalap mata”. Dan, Sekda berprestasi itu pun dicopotnya tanpa alasan.

Bulan Mei 2017, Bupati Irfendi Arbi sudah mencopot sembilan pejabat Eselon II, dan terakhir Sekretaris Daerah. Pencopotan Sekda H. Yendri Tomas, SE, MM disebut-sebut hanya didasari ketidaksukaan Bupati Irfendi atas kedekatannya dengan Wabup Ferizal. “Kabarnya hanya karena pak Sekda dekat dengan pak Wabup,” sebut seorang pejabat Pemkab Limapuluh Kota kepada Jurnal Sumbar via ponselnya, Selasa siang (30/5).

Dari berbagai informasi yang terhimpun, pencopotan Sekda Yendri Tomas kini berbuah masalah, karena pengusulan Plt Sekda kepada Gubernur Sumbar diajukan tanggal 22 Mei, sementara SK pemberhentian Sekda Yendri Tomas baru keluar tanggal 26 Mei. “Kabarnya Pemprov Sumbar mempertanyakan hal tersebut, termasuk alasan pencopotan pak Sekda,” sebut seorang sumber.

Sumber lain mengatakan, Sekda Yendri Tomas adalah Sekda berprestasi, yaitu sukses membawa Pemkab Limapuluh Kota meraih opini WTP terhadap laporan keuangan daerah. “Sewaktu beliau jadi Pj. Bupati, Pemkab Limapuluh Kota berhasil meraih opini WTP, dan kini sekembali jadi Sekda lagi, kembali meraih opini WTP,” jelasnya. “Sebenarnya tak ada alasan bagi pak Bupati mencopot pak Sekda,” tegasnya.

“Ini adalah penzaliman dan pembunuhan karakter bagi seorang Sekda berprestasi seperti pak Yendri Tomas,” tegas seorang sumber lagi.

Mantan Sekda Yendri Tomas tak banyak berkomentar ketika dikonfirmasi Jurnal Sumbar via ponselnya, Selasa malam (30/5). “Jabatan itu adalah amanah, dan ketika amanah itu diambil kembali, kita harus ikhlas,” ujarnya. “Saya juga bingung karena saya tidak diberi tahu kenapa saya dicopot,” tambahnya.

Dikatakan Yendri Tomas, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekda Provinsi atas pencopotannya tersebut. “Saya akan koordinasikan dulu dengan pak Sekdaprov, terutama masalah penugasan saya selanjutnya,” ujarnya. “Kalau pencopotan saya sudah benar, ya saya terima dengan ikhlas. Tapi kalau tidak, tentu harus saya komunikasikan lagi dengan pak Bupati,” tambahnya.

“Apapun hasilnya nanti, saya harus ikhlas menjalaninya,” tegas Putera Payakumbuh itu.

Terkait pencopotan Sekda Yendri Tomas, Jurnal Sumbar belum berhasil mendapatkan penjelasan dari Bupati Irfendi Arbi. Ponselnya tidak aktif. Ponsel ajudannya juga tidak akfit. [Enye]