Wagub Sumbar: LGBT, Harus Keluar dari Sumbar

461
LGBT
Wakil Gubernur, Nasrul Abit sedang memberikan sambutan

JURNAL SUMBAR | Padang — “Dalam ajaran agama kita sudah tahu bahwa hubungan sesama jenis itu merupakan perbuataan yang salah, itu termasuk perbuatan dosa dan di benci Allah. Maka sejak awal menjabat kita sudah tegaskan prilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tidak boleh ada di bumi Ranah Minang, Sumatera Barat,”.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dalam acara Simposium AWAM, Dampak Penyalahagunaan NAPZA dan Inspeksi Menular Seksual Terhadap Kesehatan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sumatera Barat di auditorium gubernur, Sabtu (6/5/2017).

Hadir dalam kesempatan tersebut, utusan Polda, BNP, Ketua dan pengurus IDI Sumbar, Dinas Kesehatan, para pendidik, serta beberapa lembaga lainnya di lingkungan Pemprov Sumbar. Wagub Nasrul Abit juga mendukung ketegasan yang dilakukan rektor Unand yang tidak akan menerima mahasiswa berprilaku LGBT.

“Kita menyambut baik ketegasan Rektor Unand mencantumkan mahasiswa baru tidak terlibat dalam prilaku LGBT. Kita amat prihatin sekali dengan berbagai informasi bahwa di Sumatera Barat ada mahasiswa dan dosen yang terlibat prilaku LGBT,” katanya.

Wagub Nasrul Abit mengimbau agar generasi muda Sumatera Barat hidup secara normal saja sesuai dengan adat dan budaya minang serta ajaran agama.

“Anak-anakku siswa SMA jika ada tumbuh hal-hal yang ganjil seperti (LGBT) dalam pribadi diri kita, harus dilawan. Jika lalki-laki, jadilah lelaki berkrepribadian yang jantan, jangan biarkan gaya lemot itu merusak jiwa dalam kehidupan ini. Dan sebaliknya jika perempuan bergaya feminim bukan bergaya tombok kelaki-lakian,” ajaknya.

Wagub Nasrul Abit mengingatkan, dalam adat dan budaya minang kita adalah masyarakat yang agamis dan taat beragama. Mari ikuti ajaran agama untuk kebaikan hidup yang sesungguhnya.

“Kita juga berharap peran masyarakat, tokoh agama, pemuka masyarakat agar juga mengingatkan anak kemenanakannya agar menjauhkan diri dari prilaku LGBT yang tidak cocok dengan budaya dan agama kita,” pintanya.

Sumber: FB Wagub NA