517 Kloter, Calon Jamaah Haji 2017 yang Resiko Tinggi 63 Persen

624

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Kedatangan Raja Saudi Arabia, Sri  Baginda Raja Salman Bin Abdul Azis Al Saud ke Indonesia bersama 1.500 orang rombongan, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran, awal Maret 2017 lalu ternyata membawa berkah bagi calon jemaah haji Indonesia. Calhaj Indonesia tahun 1438 H/2017, mengalami kenaikan hingga 31.5%.

“Sesuai janji Raja Arab pada Presiden, kuota Calhaj kita bertambah hingga 31.5%, dibanding tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu (2016-red), Calhaj kita hanya berjumlah 168.800 orang. Musim tahun haji 2017, jatah kuota Calhaj Indonesia sebanyak 221.000 orang, meningkat 31.5%,” ujar Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin, melalui Kabiro Umum Kemenag RI, Drs. H. Syafrizal Syofyan Intan Kayo, usai dengar pendapat dengan komisi IX DPR RI pada Jurnal Sumbar, Senin (5/6) sore.

Menurut Syafrizal, idealnya Calhaj Indonesia hanya 211.000, karena Raja Arab berjanji menambah 10 ribu kuota maka jumlah Calhaj tahun 2017 menjado 221 ribu orang. Calhaj itu terdiri dari, haji reguler 204.000 dan haji khusus sebanyak 17 ribu.

Disebutkannya, untuk kuota petugas sebanyak 3.500 orang, terdiri dari, kloter 2.555 dan 945 PPIH Arab Saudi, dari kloter 2.555 dari Kemenag 1.022 orang dan Kemenkes 1.533. Dalam satu kloter pembimbing haji terdiri dari 5 petugas, yakni satu ketua kloter, satu dokter, dan dua perawat/medis.

“Jumlah kelompok penerbangan haji tahun ini sebanyak 517 kloter. Rasio petugas haji dengan jemaah haji tahun ini 1;60, terget idealnya 1;45. Jemaah resiko tinggi (tua diatas 75 tahun dan karena penyakit) berjumlah 63 persen dari total Calhaj 221 ribu orang. Yaa.., begitulah kondisinya tiap tahun sama,” sebut tokoh masyarakat Sijunjung, Sumbar, asal Lubuktarok itu.

Diterangkannya, perumusan Istithoah kesehatan haji pun telah terbit, berdasarkan Permenkes No.15 Tahun 2016. “Pendekatan Istithoah bukan hanya pendekatan materi, tapi juga  kesiapan kesehatan sangat dibutuhkan,” tambah Syafrizal yang baru pulang dari Makasar langsung mengikuti rapat di komisi IX DPR RI itu. Saptarius