Lisda Rawdha, Sosok Sosialita yang Akrab dengan Kaum Papa

1601
Lisda Rawda tak canggung dan terlihat akrab dengan kaum papa yang dikunjunginya.

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Tidak saja bergaul dengan para sosialita yang wangi semerbak, ternyata Lisda Rawdha juga tidak segan-segan bertamu kerumah masyarakat bawah yang kumal dan pesing.

Saat bertamu menjenguk salah seorang warga yang tengah sakit melawan kanker stadium 4, di Tanah Kareh, Bayang, Lisda Rawdha II tak segan-segan bersimpuh sembari menjabat erat tangan Si sakit.

Bagi ketua TP PKK itu, dengan seabrek aktivitas yang dilakoninya seakan ia punya energi lebih. Tidak ada gurat lelah sedikitpun.

Bahkan ia seakan menemukan dunianya sendiri, ketika berada ditengah kaum papa, para penyandang disabilitas dan mereka yang dhuafa.

Penulis mencatat gebrakan awal, saat lusinan anak-anak diinisasinya untuk sunatan massal setahun yang lalu, rentetan aktivitas itu tak lagi pernah padam.

Sejumlah aktivitas prorakyat digeber. Bedah rumah untuk masyarakat miskin, 5000 rumah bukanlah target berat untuk 5 tahun, pada tahun 2017 setidaknya 1000 rumah siap bangun. Semuanya keroyokan baik dari kementerian maupun donasi dari yayasan atau NGO dalam maupun luar negeri.

Anak-anak yatim yang kurang beruntung dipeluknya, dengan melahirkan program berobat gratis, MoU dengan Direktur RSUD M Zein sudah diteken.

Siapa saja dari anak-anak yatim yang dikelola panti asuhan, maka mereka mendapat pelayanan kesehatan gratis.

Sebelumnya, Lisda membimbing para penyandang disabilitas, mereka yang cacat kaki dan tangan, mendapat kaki dan tangan palsu, agar mereka kembali dapat beraktivitas.

Kursi roda, kaki palsu, tangan, kacamata, operasi katarak, sunatan massal, semua itu lebih banyak menggunakan uang pribadi disamping donasi dari lembaga non provit.

Pro dan kontra tetap menjadi warna pelangi, namun bagi Lisda Rawdha IIIsemuanya memuat hikmah. Bahkan dukungan yang diberikan berbagai pihak menjadi cemeti untuk terus berbuat, bagi kemajuan Pesisir Selatan.

Sementara kritik dan saran pun menjadi penyemangat untuk perubahan dan perbaikan. Baginya, setiap perbuatan yang dilakukan akan menjadi ladang amal. Wen