Pelayanan Dikeluhkan Netizen, Direktur RSUD Sijunjung Minta Maaf

2202

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sebuah akun facebook (FB) menyebutkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung, dinilai kurang baik. Lantarannya, ada di antara keluarga pasien yang berobat di RSUD milik Pemkab Sijunjung, terkesan diabaikan. Benarkah.?

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sijunjung, dr. H. Yasril Syahnil, pun menanggapi ketidaknyamanan pelayanan di rumah sakit itu.

“Pada saat itu, memang ada pasien yang dirawat. Ketika petugas membenahi tempat tidur pasien. Pada saat menggeser tempat tidur, tahunya ada salah satu roda tempat tidur itu macet. Sehingga menyebabkan bergesernya alas tempat tidur. Tidak benar, tudingan pasien ditarik secara kasar. Itu hanya kesalahpahaman,” terang dr. Yasril Syahnil pada Jurnal Sumbar, Minggu (4/6) pagi.

Terkait jatuhnya foto rongen milik pasien dari tempat tidur. “Yaa, itu tadi, ketika tempat tidur digeser, foto rongen itu berada di pinggir tempat tidur. Begitupun, soal infus yang berdarah, itupun hanya darah yang naik ke selang infus, dan bukan berdarah keluar. Hal semacam itu sering terjadi pada pasien,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sijunjung itu minta maaf atas pelayanan yang kurang nyaman pada pasien dan keluarga pasien.

Bahkan Yasril mengakui, pihak RSUD Sijinjung sudah menyampaikan permintaan maafnya pada keluarga pasien. “Permasalahan tersebut sudah kita selesaikan dan sudah diklarfikasi dan mempertemukan keluarga pasien dan petugas saat menjaga pasien. Alhamdulillah sudah ada penyelesaian secara baik atas kesalahpahaman tersebut,” jelas Yasril.

“Sekali lagi, kami sampaikan, jika selama ini, pelayanan, sikap, dan tingkah laku petugas kami kurang baik dan pelayanan kurang memuaskan, atas nama RSUD Sijunjung, kami minta maaf. Kami akan selalu siap menerima kritik dan saran dari semua masyarakat untuk kemajuan rumah sakit,” tambah Yasril.

Pantauan Jurnal Sumbar di RSUD Sijunjung itu, terlihat memang banyak di antara peralatan RSUD perlu diperbaiki ataupun ditukar termasuk tempat tidur. “Jika memang ada peralatan yang tidak layak dipergunakan di RSUD itu, ya segera ganti. Agar hal-hal semacam itu tak terulang lagi,” ujar S. Pado Putieh salah seorang tokoh masyarakat Sijunjung, pada Jurnal Sumbar, Minggu (4/6) pagi. [Saptarius]