Sejak 2014, Korban Abrasi Pantai Sumedang Terus Berharap Sentuhan Bupati Hendrajoni

1075
Seorang bocah perempuan termangu melihat ibunya mengemasi barang-barang milik mereka yang berserakan di depan rumahnya yang sudah hancur kena abrasi pantai di Dusun Baru Sumedang, Juni 2016 lalu

JURNAL SUMBAR | Balai Selasa Pessel – Masyarakat korban abrasi pantai di Dusun Baru Sumedang, nagari Nyiur Melambai Pelangai, kecamatan Ranah Pesisir, kabupaten Pesisir Selatan terus berharap sentuhan Bupati Hendrajoni. Pasalnya, sejak tahun 2014 sampai kini empat unit rumah masyarakat yang hancur belum dapat bantuan pembangunan kembali dari pemerintah setempat.

“Sampai kini masyarakat yang rumahnya hancur belum dapat bantuan pembangunan kembali dari pemerintah,” sebut Asril Syam, tokoh masyarakat Dusun Baru Sumedang kepada Jurnal Sumbar via ponselnya, Rabu 21 Juni 2017. “Terakhir, proposal permohonan batuan sudah saya berikan langsung kepada pak Bupati di Painan, setelah lebaran Idul Fitri tahun lalu,” tambahnya.

Dikatakan Asril, bulan puasa tahun lalu, Ketua TP PKK Pessel, Lisda Rawdha juga pernah meninjau rumah korban abrasi tersebut. “Buk Lisda buka puasa bersama dengan masyarakat di lokasi abrasi,” ujarnya. “Dan, poto copy proposal permohonan bantuan pembangunan kembali rumah korban abrasi tersebut juga sudah di tangan buk Lisda,” tambanya.

Asril Syam sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan segera mengucurkan bantuan seperti yang sudah didapat korban abrasi di daerah lain. “Masyarakat sangat berharap ada sentuhan dari pak Bupati, sehingga mereka bisa membangun kembali rumah-rumah yang hancur tersebut,” harapnya. “Sudah terlalu lama mereka menunggu,” tambahnya.

Dijelaskan Asril, ada empat rumah masyarakat yang sudah hancur di gulung ombak besar di Dusun Baru Sumedang. Yaitu rumah Asmon (2014), Mariana (2015), Budin dan Kalam (2016). “Kini mereka numpang di rumah keluarganya dan ada pula yang membangun rumah darurat,” jelasnya.

Seperti diketahui, daerah Dusun Baru Sumedang sudah jadi langganan abrasi sejak lama. Belasan hektar kebun kelapa dan empat rumah luluh lantak digulung ombak besar. Namun, sampai kini korban abrasi tersebut belum tersentuh bantuan pembangunan kembali dari pemerintah setempat. Enye