Soal Listrik, Kapolres Sijunjung Tampung Keluhan Warga Silokek dan Durian Gadang

568
Kapolres Sijunjung tampung aspirasi masyarakat Silokek dan Durian Gadang soal putusnya jaringan listrik

JURNAL SUMBAR | Sijunjung — Ribuan masyarakat di Nagari Silokek dan Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung mendesak Pemkab Sijunjung untuk segera memperbaiki jaringan listrik yang rusak  akibat bencana alam yang terjadi pada awal Mei 2017 lalu.

Akibat terputusnya jaringan listrik itu membuat warga bergelap-gelap. Tak kurang dari 4000 ribu jiwa penghuni kedua nagari itu, mendesak agar Pemkab Sijunjung segera mencarikan solusi untuk memperbaiki dan membangun kembali listrik yang rusak.

“Berbagai upaya telah kami tempuh termasuk mengadu ke bupati dan wabup. Soal kerusakan jalan yang terputus tak begitu kami persoalkan. Jalan putus, jika warga sakit bisa kami gendong. Tapi kalau listrik yang mati tak ubahnya kembali ka zaman saisuak,” kata Walinagari Silokek, Mardison, didampingi Kepala Jorong Tanjung Medan dan Badar Chaniago, kepada Jurnal Sumbar, Kamis (8/6), saat mereka menemui Kapolres Sijunjung, AKBP. Imran Amir, S.IK, MHum.

Dihadapan Kapolres Imran Amir dan Kasat Intelkam, Iptu.Pol. Adisman, ketiga tokoh masyarakat itu menyampaikan keluhannya.

“Kepada siapo lagi kami ka mangadu pak. Iko lah buntut dari PETI. Memang kini para PETI itu tidak menambang lagi. Kami ucapkan terimakasih atas upaya yang dilakukan Polres Sijunjung dalam menertibkan PETI. Tapi yang menjadi keluhan kami, hingga kini listrik tak juga menyala ke tempat kami. Kasia lai kami ka mangadu pak,” kata Mardison itu pada  Kapolres.

Bahkan mereka juga akan mengancam akan melakukan demo dan menduduki kantor bupati. “Jika  keluhan kami tidak segera diperhatikan, maka dengan terpaksa kami akan lakukan demo. Dulu Pemkab berjanji akan segera memperbaiki jaringan listrik yang rusak, tapi hingga kini tak juga dikerjakan,” tegas Walinagari Silokek yang diamini Dasril dan Badar itu dihadapan kapolres.

Menanggapi hal itu, mantan subdit Tipikor Polda Sumbar itu, dengan tegas menyatakan. “Tak ada larangan untuk menyampaikan aspirasi asal tidak anarkis dan melawan hukum. Tapi yang jelas, keluhan bapak-bapak sudah dibahas dalam rapat Forkopimda dan dalam waktu dekat akan segera dilakukan mencari solusinya. Kini pihak PLN pun dikabarlan sudah siap dengan matrialnya. Hanya saja persoalan lokasi yang dilalui pembangunan tiag listrik itu belum klier. Moga dalam waktu dekat segera terealisasi,” ucap Kapolres sumando rang Painan itu.

Bahkan ia bersama Forkopimda Sijunjung berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Silokek-Durian Gadang yang berjumlah sekitar 4000 jiwa itu.

Di tempat terpisah, Asisten 1 Setdakab Sijunjung, Irwandi, S.IP, MSi, dan Kadis PU, Ir. H. Budi Syafarman menyebutkan, terkait jalan dan listrik segera diperbaki. “Insya allah, sebelum lebaran listrik di Silokek dan Durian Gadang sudah menyala,” kata Irwandi dan Budi pada Jurnal Sumbar, Kamis (7/6) siang.

Bupati  Sijunjung, Yuswir Arifin, kepada Jurnal Sumbar menyebutkan, bahwa soal itu sudah ada solusinya. “Kini material PLN itu sudah siap dan tinggal pemasangan. Dalam waktu dekat segera kita perbaiki jaringan yang rusak itu,” kata Bupati Yuswir Arifin, kepada Jurnal Sumbar, Kamis (8/6) siang.

Informasi yang diperoleh, selain faktor bencana, kerusakan jalan dan rusaknya jaringan listrik juga disebabkan faktor aktivitas PETI yang diduga ditunggangi oknum penting. Namun sejak adanya tindakan tegas Kapolres Sijunjung sesuai permintaan bupati dan wabup menertibkan PETI, hingga berita ini tayang tak lagi ada aktivitas penambangan di Sijunjung. [Saptarius]