Sukses, Reuni Akbar Alumnus Tiga Sekolah di Padangsibusuk

609
Usai reuni, alumnus PGA, MAN dan MTsN, Padangsibusuk itu pun foto bersama

JURNAL SUMBAR | Sijunjung — Belasan bahkan dalam hitungan tahun tidak ketemu, tapi kemudian dipersuakan oleh kegiatan bertajuk Reuni Akbar. Ternyata yang terjadi kemudian adalah serangkaian peristiwa haru. Mereka pun terlihat intens berbicara sesama rekan alumnus,  kebanyakan menguraikan pengalaman masing-masing setelah sekian lama berpisah.

Setidaknya, itulah yang terjadi di MAN Padang Tongah, Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, saat alumnus tiga lembaga pendidikan keagamaan menggelar reuni akbar, Selasa (27/6/2017).

Ketiga lembaga pendidikan keagamaan dimaksud masing-masing MTsN, PGAN 6 Tahun dan MAN Padang Sibusuk. Dalam perjalanan sejarah, PGAN 4 Tahun bermetamorfosa menjadi MAN Padang Sibusuk.

Acara itu tergolong akbar karena melibatkan begitu banyak angkatan alumnus ketiga lembaga pendidikan itu. Terhitung sejak tamatan tahun 1970 sampai tahun 2010. Tidak kurang sebanyak 150 alumnus datang meramaikan kegiatan itu, dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda. Kebanyakan tamatan tahun 1981.

H. Jamhur, mewakili pihak sekolah, menyatakan mengapresiasi kegiatan semacam itu, dan berharap berkelanjutan. ”Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan semacam ini,” kata Jamhur, yang guru MAN Padang Sibusuk. Ia juga mengaku haru karena tak menyangka bisa digelar kegiatan sebesar itu.

Jamhur juga menceritakan pertemuan tak terduga dengan seorang alumnus, yaitu Hj. Rustiamilda yang juga hadir di reuni itu. Pertemuan terjadi di Mina, Arab Saudi, saat Jamhur menunaikan ibadah haji, sementara Rustiamilda yang bekerja di Kementerian Agama RI di Jakarta yang bertugas menjadi pendamping jemaah haji.

”Sulit dilukiskan betapa haru dan bangganya saya bertemu dengan anak murid yang sudah sukses,” kata Jamhur.

Ketiga lembaga pendidikan keagamaan di Padang Sibusuk itu mencatatkan sejumlah alumnus yang sukses di berbagai bidang pengabdian. Selain Rustiamilda, juga ada Ahmad Tullah yang menjadi Kepala Dinas Sosial dan Perlindungan Anak di Pemkab Sijunjung, Hendrizal Kabag Kesra Pasaman Barat, Firdaus sebagai wakil Dekan IsI Padangpajang, yang juga hadir di gelaran reuni akbar itu.

Dalam kesempatan itu juga dicapai kesepakatan untuk menggelar acara serupa di tahun mendatang, yang diharapkan lebih meriah dari telah diadakan itu.

”Tentu saja diperlukan kesiapan yang lebih dini agar lebih matang,” kata M. Sy. Panji Alam, salah seorang peserta reuni, jebolan tahun 1981, yang juga seorang wartawan di Riau.

Para alumnus yang hadir di gelaran reuni itu juga berhasil mengumpulkan sumbangan badoncek sebesar Rp15.500.000, yang kemudian diserahkan ke pihak sekolah.

”Sumbangan para alumnus dimaksudkan untuk melengkapi sejumlah fasilitas pendidikan di ketiga sekolah yang masih dibutuhkan,” kata Sy. Panji Alam yang juga tokoh masyarakat Tanjungampalu itu.

Herman, humas kepanitiaan reuni, mengakui bahwa dalam pelaksanaan reuni kali ini masih ditemukan sejumlah kekurangan. ”Karena baru pertama kali, itu wajar saja,” tambah Herman. Tapi, diingatkan Herman, sejumlah kekurangan itu jangan membuat patah semangat. “Malah diharapkan lebih bergairah lagi untuk menyajikan yang terbaik pada acara serupa di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Prof, Sarjon Devit M,  Kom, Rektor UPI YPTK Padang, menyarankan agar kegiatan serupa lebih meriah dan bermakna di tahun-tahun mendatang, panitia jauh-jauh hari memberi informasi kepada alumnus sehingga peluang mereka untuk hadir akan lebih besar.

”Dengan demikian, bisa dipastikan acara reuni akan lebih meriah,” ujarnya.

Sementara Kepala MAN Padang Sibusuk, Drs, H, Muharlis, MM,Pd, menyatakan memberi apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya reuni akbar itu, dan berharap kegiatan serupa dijadwalkan secara berkala.

”Kedepan kita berharap akan ada gagasan dan sumbang saran yang bernas untuk kemajuan ketiga lembaga pendidikan yang ada,” katanya. saptarius