Swasembada Ikan, Pemkab Sijunjung Dorong Nagari Bangun Kerambah Jaring Tancap

665
Kerambah jaring tancap tempat budi daya ikan Nila di Sijunjung.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Tekad Pemkab Sijunjung di bawah kepemimpinan Bupati Yuswir Arifin-Wabup Arrival Boy, untuk menjadikan daerahnya sentral swasembada ikan, tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti, hampir seluruh nagari dibangun usaha budidaya ikan.

Tak percaya? Tengok saja di Nagari Kunangan Paritrantang (Kunpar), Kecamatan Kamangbaru, tak kurang dari 30 unit kerambah jaring tancap (KJT) dibangun disana. Usaha yang dikelola, petani budidaya ikan nila (Bunila) KJT, mampu memproduksi ikan kosumsi antara 3-5 ton panen ikan, dalam pertiga bulan. Artinya, jika semua nagari membudidayakan usaha ikan, maka sangat yakin, tekad Sijunjung sebagai daerah swasembada ikan akan terealisasi.

“Yang jelas, Nagari Kunpar dijadikan sebagai pusat kawasan sentral perikanan untuk wilayah selatan Kabupaten Sijunjung. Apalagi daerah itu, berbatasan dengan Kabupaten Kuansing, Riau dan Kabupaten Dharmasraya,” kata Kadis Perikanan dan Pangan Sijunjung, Yulizar, melalui Kabid Perikanan, Sutarto, kepada Jurnal Sumbar, Minggu (18/6) pagi.

Disebutkanya, hasil usaha kerambah jaring tancap itu, dipasarkan di pasar Sungai Tambang. “Untuk kebutuhan kosumsi ikan di Kecamatan Kamangbaru, sudah lebih dari cukup,” tambah Sutarto. Saptarius