Yek Munyan, Kakek Renta dan Buta yang Hidup Sebatang Kara di Tengah Rimba

542
Walinagari Awaluddin saat mengantar bantuan ke rumah Yek Munyan.

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Jika ada orang termiskin di dunia, Yek Munyan-lah orangnya. Tinggal sendiri di gubuk kebun sawit milik orang lain, tak beranak, karena memang tak pernah berberisteri.

Menurut Wali Nagari Kambang Barat, kecamatan Lengayang, Awaluddin, kondisi Munyan sungguh memprihatinkan.

“Sebatang kara, buta pula,” ujarnya lirih saat memberi bantuan.

Walau dalam kesendirian, Munyan tidak pernah mengeluh, itu terlihat dari parasnya yang tetap ceria.

“Kami pemerintah Nagari Kambang Barat, terus memantau kondisi warga, bagi yang membutuhkan akan segera kami respon, menunggu bantuan dari pihak lain,” sebut Awalaudin, Selasa, 20/06, di Kambang.

Menurut Mawi seorang Petani Sawit di Kambang Harapan, sewaktu masih kuat ternyata Munyan tidak pantang menyerah.

“Dulu, beliau bisa bakiajo bantuak kito nan normal, walau abun (buta), bisa manabe jo bajalan, maighik anjiang,” sebutnya.

Untuk berjalan Munyan dipandu seekor anjing yang dipeliharanya. Kemana-mana ia tidak pernah nyasar, anjingnya seakan tahu kemana hendak melangkah.

Namun, kini Munyan makin renta, tinggal di gubuk reot, tidak ada sanak saudara.

“Ya kita-kitalah sanaknya,” imbuh Awal. Wen