Hebat, RSUD Pariaman Naik Kelas dan Raih Akreditasi Paripurna

3517
Direktur RSUD Pariaman, dr. Hj. Indria Velutina menerima sertifikat Akreditasi Paripurna dari Pimpinan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

JURNAL SUMBAR | Pariaman – Kinerja manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman di bawah pimpinan Direktur dr. Hj. Indria Velutina patut diapresiasi. Betapa tidak, selama dua tahun kepemimpinannya, rumah sakit milik Pemrov Sumbar itu klasifikasinya naik ke Kelas B dan lulus Akreditasi Paripurna.

Setelah klasifikasinya naik dari Kelas C ke Kelas B, baru-baru ini rumah sakit yang berlokasi di jantung kota Pariaman itu, sukses pula meraih Akreditasi KARS Versi 2012 dengan predikat Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit Pusat. RSUD Pariaman adalah penerima Akreditasi Paripurna ketiga dari RSUD yang ada, dan keenam dari seluruh rumah sakit Se Sumbar.

“Kini RSUD Pariaman juga telah menjadi rumah sakit rujukan regional bagian barat Sumatera Barat,” sebut Direktur RSUD Pariaman, Indria Velutina kepada Jurnal Sumbar, Rabu (12/7-2017) via ponselnya.

Indria Velutina yang akrab disapa Dokter Ven itu menjelaskan, dari 76 rumah sakit yang ada di Sumbar, RSUD Pariaman adalah rumah sakit ketiga menjadi Kelas B setelah RSUD Ahmad Muchtar Bukittinggi dan RSUD Solok.

“Dengan demikian, kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pasien dan keluarganya,” tegas Dokter Ven.

Tak puas sampai di situ, Dokter Ven juga mengembangkan pelayanan rumah sakit di tahun 2017 ini. Yaitu pelayanan Hemodialisa (Cuci Darah), Bronkoskopi (Paru), Pemeriksaan CTKI (Calon Tenaga Kerja Indonesia), dan Cath Lab Jantung (sdg proses persiapan KSO).

“Jika mendapat support dari Pemda, DPRD dan pihak terkait lainnya, kita juga mau memanfaatkan tanah yang kita beli tahun lalu seluas 2,1 hektar, untuk membangun Gedung RSUD Terpadu dengan kapasitas 200 tempat tidur,” sebut Dokter Ven lagi.

“Kami sudah proses persiapannya dengan melakukan topografi lahan, membuat master bisnis plan, revisi master plan, membuat blok plan dengan rencana 5 lantai, dan DED,” tambahnya.

“Untuk pembangunan gedung lima lantai dengan segala persyaratan, kami siapkan, termasuk dokumen Amdal, Soil Test dan lain-lain,” pungkas Rang Pasisie itu. [Enye]