Masuki Musim Kemarau, Bupati Irfendi Arbi Minta Masyarakat Waspadai Kebakaran

237
Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mencoba memadamkan api kompor yang meleduk dalam simulasi pemadaman api di halaman kantor bupati, baru-baru ini.

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menghimbau masyarakat mewaspadai terjadinya kebakaran. Sebab, memasuki musim kemarau dewasa ini cuaca terbilang panas dan rawan terjadinya musibah kebakaran.

Bahkan sejak beberapa hari belakangan, sudah terjadi kebakaran pada sejumlah tempat di daerah ini.

“Ancaman musibah kebakaran benar-benar harus kita waspadai. Apalagi suhu di Kabupaten Limapuluh Kota sejak beberapa waktu belakangan terbilang panas diduga karena memasuki musim kemarau,” ujar Bupati Irfendi di sela acara gebyar PAUD di Medan nan Bapaneh Tarantang, Selasa (25/7).

Untuk mengantisipasi munculnya kemungkinan buruk tersebut, ujar Irfendi, masyarakat diminta waspada dan tidak lalai terhadap sumber api yang dapat memicu kebakaran. Upaya antisipasi tersebut antara lain, tidak melakukan pembakaran sampah di tempat-tempat rawan dari bahaya kebakaran serta tidak melakukan aksi bakar-membakar untuk membuka lahan pertanian.

“Kita meminta masyarakat agar tidak main bakar-membakar lagi dalam membuka lahan pertanian. Begitu juga para ibu rumah tangga, harus hati-hati benar membakar sampah. Jangan sampai apinya merembes ke rumah atau lahan dan hutan,” tutur Irfendi.

Sama halnya dengan kaum bapak, dihimbau agar tidak membuang rokok sembarangan, termasuk bagi para pecandu buru babi untuk tidak membuang puntung rokok di dalam hutan. Sebaliknya, pastikan puntung rokok itu betul-betul sudah padam. Begitu juga dengan kaum ibu, pastikan bara api di tungkunya sudah padam sebelum meninggalkan dapur.

“Selain itu, kita juga mengingatkan warga ketika listrik padam, diminta untuk ekstra hati-hati menggunakan lilin dan memastikan lilin itu sudah padam kembali sebelum tidur,” ingat Irfendi.

Karena kebakaran juga sering dipicu korsleting listrik, Irfendi juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan peralatan listrik sesuai standar PLN. Perlu disadari, jika sijago merah sempat mengamuk, buntutnya akan membuat kerugian besar.

Bahkan akibat kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lampau, daerah ini sempat memgalami kerugian hingga milyaran rupiah. Bahkan pemerintahan pusat mengirimkan helikopter untuk memadamkan sijago merah yang mengamuk di hutan perbukitan di sejumlah kecamatan tersebut.

“Seluruh masyarakat harus selalu waspada dan hati – hati dalam menggunakan api dan atau benda dan bahan yang mudah terbakar. Terlebih ketika musin kemarau saat ini. Harus diingat, sedikit saja lengah, api yang kecil bisa menjadi besar dan bencana,” ulang Irfendi. Suwanda