Pelayanan Sepenuh Hati, Tip Sukses H. Bustamam Kelola Rumah Makan Sederhana

726
H. Bustamam bos besar Rumah makan Sederhana poto bersama dengan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan.

JURNAL SUMBAR | Jakarta – H. Bustaman, anak Lintau Tanah Datar, Sumatera Barat sukses mengelola RM Sederhana di Jabotabek dan seluruh provinsi berikut kabupaten/kota di Indonesia. Meski hidup di era siapa loe siapa gue, tapi untuk prinsip dan aturan tetap tidak bisa dikalahkan.

Seperti yang dirasakan oleh pengelola rumah Makan Urang Awak karena teguh berprinsip memperoleh berkah yakni omzet penjualan naik.

“Selama ini kita menerapkan kebijakan khusus dalam penjualannya selama bulan Ramadhan dan ini sudah lumrah di Jakarta,” ujar H. Bustaman Dirut RM Sederhana Jakarta Pusat kepada media ini, Senin (12/7).

Menurut Bustaman, selama ini rumah makan Sederhana tetap melayani pemesanan dalam bentuk bungkusan.

“Tetapi tidak melayani pelanggan yang ingin makan di tempat sebelum waktu berbuka puasa tiba, itu tegas dan sudah menjadi SOP bagi RM Sederhana,” ujarnya

Lewat spanduk di depan pintu masuk bertuliskan jadwal buka restoran siang-malam-dinihari dari pukul 12.00-04.00 WIB. Padahal RM Sederhana buka dari 08.00 WIB sampai 22 Wib.

“Kebijakan itu diberlakukan menghormati agungnya Ramadhan dan menghormati pemeluk agama Islam khususnya yang berpuasa. Kebijakan ini pun bukan bermaksud tidak menghormati yang tidak berpuasa,” ujarnya.

Kebijakan buka seperti ini, kata H Bustaman, pihaknya tidak membeda-bedakan penganut agama lain. “Tapi ini sudah menjadi peraturan lama kami,” ujarnya.

H Bustaman perantau asal Lintau ini mengatakan, RM Sederhana Juanda Jakarta Pusat
saat ditanya apakah kebijakan itu berpengaruh menurunnya omzet, Bustaman menjawab, manajemen mereka tidak takut akan hal itu, justru berkah yang dirasakan.

“Ya sekarang aja, sampai Ramadhan Idul Fitri dan seterusnya sudah mulai omzet rata setiap hari Rp50 sampai 100 juta,” ujar Bustaman yang sudah puluhhan tahun berpengalaman kelola rumah makan, mulai dari gerobak sampai gedung mewah.

Menurut  Bustaman,  kiat berhasil dalam kelola rumah makan yakni layani pembeli dengan sepenuh hati. “Jangan setengah hati melayani pembeli ya, kalau sepenuh hati pasti rumah makannya sukses,” ujar H Bustaman tersenyum.

Rumah Makan Sederhan dikelola  H. Bustaman ini sudah berkembang menurutnya ada di beberapa tempat, seperti di Jabotabek dan masing-masing provinsi dan luar negri seperti Malaysia. Dedi