Pembangunan Jembatan “Belly” Batangkurimo Lubuktarok Terkesan Lamban

1014
Pembangunan jembatan "Belly" sementara Batangkurimo, Lubuktarok terlihat masih terbengkalai

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pembangunan jembatan “Belly” sementara, Batangkurimo, Jorong Kototuo, Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, terkesan lamban. Pada hal jembatan “Belly” itu sudah dibangun sejak awal Mei 2017.

Namun hingga berita ini tayang belum juga tuntas. Sementera, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sijunjung, menargetkan pembangunan jembatan “Belly” Batangkurimo tuntas sebelum lebaran.

Sayangnya, pernyataan yang dilontarkan Kepala BPBD Sijunjung, Hardiwan, tidak menjadi kenyataan. Sebab, hingga kini jembatan itu tak juga kunjung tuntas tanpa lantai. Yang baru terpasang hanya kerangkanya saja.

“Sampai kini jembatan sementara tu alun juo salasai. Taposo warga melalui jembatan lama, meski menanggung resiko,” ujar S. Pado Putieh, tokoh masyarakat setempat pada Jurnal Sumbar, Rabu (13/72017) pagi.

Pembangunan jembatan “Belly” itu dilakukan, lantaran jembatan Batangkurimo yang lama, yang merupakan akses jembatan kabupaten, awal Maret 2017 lalu ambruk akibat bencana banjir bandang.

Jelang pembangunan jembatan permanen dilaksanakan, awal Mei 2017, Pemkab Sijunjung, melalui BPBD setempat membangun jembatan “Belly”. Meski diyakini sebelum lebaran jembatan itu selesai, namun kenyataannya hingga kini tak kunjung tuntas.

Tapi, Kepala BPBD Sijunjung, Hardiwan, kepada Jurnal Sumbar, Rabu (13/7/2017), via telepon selularnya, menyebutkan, pihaknya tak mempredaksi pemasangan batu penyanggah jembatan itu ternyata cukup dalam.

“Kami kira tanah pemasangan batu untuk penyangga jembatan itu keras. Tapi, setelah batu dipasang, tanahnya justeru lunak dan terpasak ditambah kedalaman pemasangan batunya lagi,” elak Hardiwan.

Meski begitu, kata Hardiwan, dalam waktu tak begitu lama, jembatan “Belly” itu segera selesai.

“Saat ini kita tinggal nunggu pemasangan lantai saja. Lagi pula dana untuk itu harus ditambah, karena dana yang dianggarkan untuk pembangunan jembatan “Belly” itu tidak cukup,” jelas Hardiwan tanpa merinci anggaran yang telah habis akibat pembangunan jembatan sementara itu. [Saptarius]