Tata Birokrasi, Berikan Penguatan Nagari, Manfaatkan Semua Potensi

424
Wabup Ferizal Ridwan terima penghargaan Yokatta Golden Award dari peruhanaan media nasional atas kategori pimpinan daerah yang getol menyuarakan pelestarian sejarah Tan Malaka dan PDRI, beberapa waktu lalu

Limapuluh Kota — Dukungan terkait program pembangunan akan lebih optimal apabila seluruh perangkat kerja (OPD) melalui bidang masing-masing, mampu memberikan penguatan kepada lembaga atau pemerintah nagari dalam hal memberikan pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan. Segala potensi perlu dikelola, sebagai upaya menciptakan kemandirian pembangunan.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, mengatakan ke depan seluruh perangkat kerja pemerintah daerah perlu membuat terobosan dan inovasi bagaimana memberikan penguatan ke lembaga pemerintah di tingkat terendah. Salah satunya dengan cara menciptakan kemandirian pembangunan, supaya pemerintah kecamatan dan nagari tidak selalu bergantung kepada bantuan pemerintah daerah.

Selaku wakil kepala daerah yang memiliki fungsi pengawasan umum terhadap seluruh program kegiatan pemerintah daerah, Wabup menekankan perlunya dilakukan pembenahan dan penataan birokrasi. Sebab, kendati sudah mengalami peningkatan, baik dalam aspek kinerja dan disiplin, pejabat dan aparatur perlu diberikan pembinaan dan revolusi mental.

“Masih banyak yang harus ditata agar mesin birokrasi kita dapat bekerja maksimal. Baik itu terhadap kompetensi pejabat hingga SDM pegawai kita, dan mental seluruh aparatur kita harus terus diberikan pembinaan, supaya kita memiliki aparatur yang berkinerja profesional,” kata mantan anggota DPRD Limapuluh Kota periode 2004-2009 tersebut.

Pembinaan dan peningkatan SDM aparatur daerah, kata Ferizal, dirasa perlu diberikan karena tata kelola pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan dipegang oleh seluruh aparatur. Faktor ini menjadi penentu keberhasilan penyelenggaraan pemerintah daerah, agar dapat mewujudkan visi-misi kepala daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Limapuluh Kota tahun 2016-2021.

Disamping itu, juga untuk memberikan penguatan kepada seluruh instansi daerah menjalankan kinerja sesuai aturan perundang-undangan. “Selaku pengawasan umum, makanya saya selalu getol dan sering marah-marah apabila ada aparatur kita, yang bekerja tidak sesuai SOP. Ini saya lakukan, agar aparatur kita kita bisa bekerja lebih profesional, tidak tersandung persoalan hukum,” katanya.

Putra Lareh sago Halaban itu menambahkan, bersama Bupati Irfendi Arbi, dirinya akan terus mendorong terciptanya kenyamanan, disamping terus menuntut kinerja baik. Ini mengingat Limapuluh Kota, masih jauh tertinggal di banding daerah lain di Sumatera Barat, baik dari angka ekonomi maupun dari segi infrastuktur.

“Makanya, untuk nagari sebagai penyelenggara pemerintahan terbawah, saya selalu menekankan agar bisa menciptakan kemandirian pembangunan. Nagari harus mampu mengelola, memanfaatkan potensi, untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Karena, jika hanya mengharapkan bantuan dari daerah, kita segala terbatas, baik di anggaran maupun program dan tenaga,” sebutnya.

Wabup Ferizal Ridwan

Potensi nagari yang dimaksud Ferizal, diantaranya adalah potensi ekonomi yang dapat dikelola sehingga mendatangkan Pendapatan Asli Nagari (PAN) sebagai sumber pendapatan untuk pembangunan. Tidak hanya nagari, pemerintah daerah, katanya, perlu memikirkan brand city atau potensi yang bisa dijual guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia mencontohkan, seperti halnya potensi Bidang Pariwisata, dimana saat ini 3 kawasan wisata Limapuluh Kota, diantarannya Lembah Harau, Fly Over Kelok Sembilan dan BPTU Padang Mangateh kini sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata Provinsi Sumatera Barat. “Ini mestinya yang kita kembangkan, karena, selain komoditi pertanian dan perkebunan, Limapuluh Kota kaya potensi wisata,” sebut Ferizal.

Adapun terhadap potensi bidang pariwisata, sambungnya, di Limapuluh Kota tidak hanya potensi wisata alam, tetapi juga meliputi wisata sejarah, wisata kuliner hingga wisata religi. “Kita punya Cagar sejarah peradaban Batu Menhir di Maek, Talempong Batu di Talanganau, Makam dan Pustaka Tan Malaka, Makam pahlawan PDRI dan banyak lagi lainnya. Ini lah modal emas Limapuluh Kota, yang perlu kita berdayakan bagi kesejahteraan rakyat,” tuturnya. (adv)