Wagub Resmikan Katagiaan Resto yang Sajikan Menu Khas Minang Non-populer

1269

JURNAL SUMBAR | PADANG – Hari ini, Kamis (6/7), Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit resmikan restoran dan cafe Katagiaan Resto yang dikelola oleh Ketua DPD Partai Hanura Sumbar, Marlis.

Dalam sambutannya Nasrul Abit berharap, restoran yang secara khusus menyajikan sejumlah panganan otentik khas Sumatera Barat sebagai menunya ini dapat berkontribusi bagi sektor pariwisata Sumatera Barat di bidang kulinari.

Dalam rangka pembangunan pariwisata Sumbar itu pula Nasrul Abit berharap kehadiran Katagiaan Resto dengan daftar harga menu yang terpampang jelas dan besar di salah satu dinding ruangannya dapat memperbaiki citra rumah makan di Sumbar yang kadung rusak di dunia maya akibat ulah sejumlah oknum pengusaha rumah makan yang tidak transparan dalam harga dan mamakuak konsumen.

Menyangkut hal ini Nasrul Abit kemudian melontarkan kelakar sarkas untuk gambarkan citra rumah makan Sumbar yang terbentuk di masyarakat, diceritakannya, “ada teman di Ibukota bilang, syarat jadi pegawai rumah makan Padang itu tidak bisa berhitung, hitung harga per menu puluhan ribu, nanti total yang harus dibayar jadi beda.”

Lebih lanjut, mengingat potensi penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata yang cukup besar, Nasrul Abit mengajak seluruh undangan dan masyarakat yang hadir di lokasi peresmian Katagiaan Resto untuk turut berpartisipasi mengembangkan pariwisata Sumbar dengan cara menghilangkan ego dan gengsi sebagai tuan rumah dan bersikap ramah terhadap wisatawan.

“Saya minta kita di Sumbar dapat menjadi sahabat bagi pengunjung kita. Hilangkan ego dan gengsi. Mari kita ubah. Sektor pariwisata ini menyerap tenaga kerja paling banyak,” katanya.

Marlis sendiri saat menyambut tamu-tamunya menyampaikan, salah satu tujuan awal dibukanya Katagiaan Resto memang untuk memulihkan citra rumah makan Padang. Dikatakannya, “Saya buka ini karena ada kasus konsumen yang dikenai biaya mahal. Kami berani tampilkan harga supaya orang yang makan di sini tidak merasa tertipu. Soal harga juga boleh diuji. Lebih murah dari kafe-kafe anak muda.”

Tujuan lainnya, tambah Marlis, adalah untuk memperkenalkan sajian khas Minang lainnya yang belum terlalu terekspos.

“Kalau Nasi Kapau, rendang, dendeng balado itu orang sudah tahu. Bahkan sudah mendunia. Banyak rumah makan yang menyediakannya. Tapi tidak banyak yang menyajikan Jariang Tokok Sijunjuang misalnya. Ini semangat kami untuk memperkenalkan kuliner-kuliner Sumbar yang belum ditampilkan,” ujarnya. [Rilis]