Dr. Urwatul Wusqa, Dosen yang Pendakwah Itu Maju Jadi Wawako Padang

2261
Dr. Urwatul Wusqa (dua dari kiri) salam komando dengan Ketua DPC, Januardi Sumka dan petinggi Demokrat Kota Padang, Zulfahmi di saat Ketua Tim Pemenangannya, Chandra serahkan berkas pendaftaran kepada Ketua Penjaringan Balon Wako dan Wawako Padang, Yuzak David.

JUNALSUMBAR | Padang – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang, Sumatera Barat, semakin ramai dengan bermunculannya bakal calon walikota dan wakil walikota. Berbagai latar belakang bakal calon yang mulai muncul itu, mulai dari pengusaha, akademisi, dan juga seorang pendakwah.

Tentunya, dengan adanya berbagai latar belakang itu, tetap memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan Kota Padang lebih baik lagi dari berbagai aspek. Begitu juga yang diinginkan oleh Dr. Urwatul Wusqa, Lc, MA. Akademi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, yang juga seorang pendakwah di Sumatera Barat itu juga berkeinginan menjadikan Kota Padang lebih baik lagi dari yang ada sekarang.

Hari ini, Jumat siang (18/8-2017), Urwatul Wusqa yang akrab disapa Dr. Urwa mendaftarkan diri ke DPC Partai Demokrat Kota Padang dan bersilarturahmi ke DPC PBB Kota Padang, sebagai bentuk keseriusannya untuk ikut berkecimpung di kanca Pilkada Kota Padang, untuk kursi wakil walikota.

Bagi ribuan alumni UIN Imam Bonjol Padang dan juga ribuan jemaah di Sumatera Barat, mungkin tidak ada yang tidak kenal dengan sosok seorang dosen yang lulus dari Perguruan Tinggi Fakultas Hadits al-Jamiah al-Islamiyah Madinah Saudi Arabia ini. Keilmuan yang didalaminya tentang Tafsir Hadist tidak hanya telah melahirkan ribuan mahasiswa yang mengetahui tentang hadist-hadist rasulullah, akan tetapi Dr. Urwa juga sangat aktif sebagai seorang pendakwah.

Dengan keaktifan dirinya menyampaikan ceramah kepada umat muslim di Sumatera Barat, Dr. Urwa pun dipercaya menjadi Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Sumatera Barat. Memang keberadaan Dr. Urwa selama ini sangat minim dimunculkan dari media massa, namun dari sisi pengetahuannya, keilmuannya, dan kecerdasannya dalam memperjuang diri untuk menjadi orang yang terdidik di bumi Arab Saudi, keberadaan Dr. Urwa bagaikan mutiara yang tersimpan.

Kini, Master dan Doktor dari University Kebangsaan Malaysia ( UKM ) jurusan Tafsir Hadits dimaksud, memiliki keinginan untuk membangun Kota Padang melalui jabatannya menjadi orang nomor dua di Kota Padang. Sehingga pada momen Pilkada Kota Padang yang akan dimulai pada tahun 2018 mendatang itu, Dr. Urwa pun menyatakan dengan latar belakang yang ia miliki, ingin mengabdi ke bumi kota Bengkuang, seperti halnya yang telah ia lakukan untuk generasi bangsa yang menempuh pendidikan di UIN Imam Bonjol Padang, dan kepada para jemaah yang pernah datangi, yang tiada lelah untuk memberikan ceramah, berbagi ilmu, dengan harapan umat muslim di Kota Padang bisa menuju ke jalan yang benar.

Dr. Urwa yang ditemui saat mendaftarkan diri ke DPC Demokrat Padang mengatakan, alasan utama yang membuat dirinya maju sebagai bakal calon wakil walikota, merupakan restu dan ridho dari kedua orangtuanya. Menurutnya, kekuatan yang terbesar dalam berjuang itu ialah restu dan ridho nya ayah ibu. Untuk itu, Dr. Urwa dengan berani menyatakan siap melepaskan status Aparatur Sipil Negara (ASN) jika ia berhasil menjadi calon wakil walikota.

“Saya belum ingin untuk langsung menjadi bakal calon walikota, karena saya tahu selama ini saya mungkin kurang dikenal oleh masyarakat luas. Dan, jika nanti jadi Wakil Walikota Padang, itu sudah merupakan anugrah yang terbesar saya terima,” katanya, Jumat (18/8/2017).

Ia mengakui bahwa latar belakang yang ia miliki lebih didominasi oleh keagamaan, bukanlah merupakan hal yang membuatnya gentar untuk maju pada Pilkada Kota Padang. Baginya, memimpin Kota Padang bukanlah kewajiban secara pribadi ataupun diri sendiri, akan tetapi untuk membangun Kota Padang butuh kerjasama dengan orang-orang yang memiliki keilmuan yang mumpuni, untuk menjalankan kewajiban-kewajiban dari berbagai aspek, seperti pariwisata, pembangunan, dan aspek lainnya.

Terjunnya Dr. Urwa ke kancang politik, bukan hanya sekedar untuk mengusungkan diri menjadi wakil walikota, akan tetapi juga ingin menunjukan dan menghapus anggapan banyak orang yang menyebutkannya politik itu kotor. Dengan segala pengetahuann yang ia miliki, Dr. Urwa menginginkan agar frame politik kotor itu diubah.

“Saya adalah orang akademisi, pendakwah, dan saya cukup tahu anggapan banyak orang bahwa politik itu kotor. Sebenanya itu kembali kepada diri sendiri, akan tetapi bagi saya politik itu tidak lah kotor, karena tergantung dari cara kita menjalaninya,” tegasnya.

Melihat targetnya hanya menduduki kursi bakal calon wakil walikota, Dr. Urwa mengaku belum bisa berharap banyak tentang siapa bakal calon walikota yang akan ia dampingi pada Pilkada Kota Padang. Namun, dari pengamatan sejumlah bakal calon yang mulai mengapungkan diri untuk ikut bertarung pada Pilkada Kota Padang, Dr. Urwa dinilai sangat pas mendampingi Mahyeldi, yang kini menjabat sebagai Walikota Padang. Hal ini dikarenakan, secara pengetahuan dan aktifitas Mahyeldi, tidak jauh berbeda dengan Urwatul Wusqa yang juga sebagai seorang pendakwah.

Bahkan, dari berbagai kesempatan, Mahyeldi cukup sering mengajak Dr. Urwa untuk pergi bersamanya dalam hal menjalani aktifitas sebagai seorang pendakwah. Kondisi ini pun, seakan terlihat bahwa Dr. Urwa dinilai sangat sesuai mendampingi Mahyeldi.

Dakwah yang dilakukan oleh Urwa tidak hanya dihadapan para ribuan masyarakat di Sumatera Barat, akan tetapi pada saat Presiden RI Joko Widodo melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Raya Sumatera Barat pada tahun 2015 lalu, Urwatul Wusqa mendapat amanah untuk menjadi khatib pada kesempatan tersebut. Dihadapan Presiden Joko Widodo dan ribuan umat muslim ketika itu, Dr. Urwa dengan lantang menyampaikan khutbahnya.

Meski aktifitasnya lebih sering berceramah, ternyata Urwa bukanlah seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia juga menyatakan, bahwa sebagai seorang yang menjadi abdi negara yakni ASN, tidaklah memungkin dirinya tergabung dalam partai politik manapun, termasuk itu di PKS. Ia mengakui bahwa dirinya sering bersama Mahyeldi pada suatu momen, akan tetapi bukanlah tanda kebersamaan itu dirinya ialah soerang kader PKS, mengingat Mahyeldi merupakan kader dari PKS di Sumatera Barat.

Baginya, niat untuk maju pada Pilkada Kota Padang mendatang bukanlah soal berpolitik, akan tetapi untuk kebaikan dan kemajuan ribuan masyarakat Kota Padang.

Sementara itu, menyikapi majunya dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang ini, mendapat tanggapan yang positif dari para alumni UIN Imam Bonjol dan terkhusus bagi alumni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, yakni Riki Chandra. Menurutnya, sewaktu dirinya mengikuti pelajaran mata kuliah yang diajarkan oleh Dr. Urwatul Wusqa di UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Urwa merupakan sosok dosen yang ramah, cerdas, dan bijaksana. Pengetahuan dan kegamaan yang dimilikinya terutama Tafsir Hadist, yang diraihnya dari Saudi Arabia, telah memberikan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswanya.

“Saya masih ingat saat kuliah dulu, kalau bapak Dr. Urwa masuk, waktunya selalu tepat waktu, pandai memberikan penjelasakan kepada para mahasiswa, dan ilmu pengetahuan yang diberikannya memiliki pesan, sehingga dalam perkuliahan bersama bapak Dr. Urwa, tidak hanya soal kewajiban SKS semata, akan tetapi ceramahnya juga dapat,” ujarnya.

Riki juga sangat mendukung kalau Dr. Urwa mulai terketuk hati untuk ikut memimpin Kota Padang ini. Setidakhnya, ilmu keagamaan yang diajarnya di UIN Imam Bonjol dan ataupun itu masjid ataupun mushala, tidak hanya terbatas di tempat kampus dan masjid mushala, tetapi bisa menyebarkan keseluruh daerah di Kota Padang, atau bahkan di Sumatera Barat.

Ia menilai, saat ini pemimpin yang diharapkan itu ialah akhlak mulianya, dan keilmuannya, dan keramahannya. Hal-hal yang demikian, dimiliki oleh Urwa, dan itu pun ada dimiliki oleh Mahyeldi. Sehingga, Dr. Urwa diharapkan bisa mendampingi Mahyeldi pada Pilkada Kota Padang mendatang.

Tidak hanya itu, Ketua Tim Pemenangan Dr. Urwatul Wusqa, Candra mengatakan, Dr. Urwa secara aura sangat mirip dengan Mantan Preisden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam istilah Minang menyebutkan, masyarakat Minang itu mengingatkan pemimpinan yang takah, tokoh, dan tageh.

“Taka ialah kewibawaannya, ketampanannya. Tokoh ialah hal yang telah diperbuatnya terhadap negeri ini. Tageh ialah orang yang kuat untuk menegak keadilan dan kebenaran,” jelasnya. Rahul Kampai