Hendrajoni, Bupati Pesisir Selatan yang Suka Blusukan di Akhir Pekan

2183
Bupati hendrajoni bersama iaterinya, Lisda rawdha bezuk bayi yang tengah dirawat karena mengidap Hidrosefalus atau pembengkakan kepala akibat penyumbatan cairan di otak.

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Akhir pekan di manfaatkan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni dan sang istri, Lisda Rawdha untuk blusukan menyapa warganya. Dua sejoli yang dikenal dekat dengan rakyat itu menghabiskan hari liburnya untuk meninjau sejumlah proyek, meresmikan pasar, peresmian pembangunan kantor walinagari hingga penanaman padi organik dan membuka lomba pidato adat.

Sederet kegiatan tersebut, dia lakukan pada Sabtu (05/08) lalu. Blusukan di akhir pekan atau hari libur sepertinya telah menjadi kebiasaan lama Hendrajoni guna memanfaatkan waktu senggangnnya  untuk berkeliling Pesisir Selatan yang teramat luas tersebut. Sembari melihat kehidupan rakyat yang dia pimpin dari dekat, karena perwira menengah polisi itu ingin memastikan program-program yang digulirkan Pemkab berjalan maksimal dan tepat sasaran.

“Ya, cuman meninjau dan menyapa warga saja, sekaligus ingin melihat dan memastikan program-program yang berjalan apakah berjalan maksimal dan tepat sasaran apa tidak,” tutur perwira menengah itu merendah ketika ditanya alasan menggunakan hari libur untuk turun ke bawah.

Hendrajoni menyebutkan bahwa Pessel yang teramat luas ini harus dikelola dengan sangat serius dan tak boleh luput dari perhatian pemerintah barang sejengkal pun. Agar kabupaten yang berjuluk Negeri Sejuta Pesona (NSP) tersebut dapat maju dan sejajar dengan daerah lain. Melihat masyarakat yang sejahtera merupakan cita-cita Hendrajoni sejak lama.

Untuk itu, Hendrajoni pun ikhlas menghabiskan seluruh waktunya untuk mewujudkan cita-cita yang dia bawa ketika hendak mencalonkan diri menjadi bupati Pessel dua tahun lalu. Cita-cita itulah yang dia terapkan saat ini ketika telah diberi amanah oleh masyarakat yang harus dia pikul dan pertanggung jawabkan selama lima tahun kedepan.

“Ketika mencalonkan diri menjadi bupati Pessel dulu, saya sudah bertekad untuk mengabdikan diri membangun kampung halaman agar berkembang dan maju. Jadi (blusukan) ini adalah bagian dari tanggungjawab saya sebagai pemimpin,” ucap HJ, begitu ia kerap disapa oleh koleganya.

Usai menghadiri seabrek kegiatan yang tersusun pada Sabtu itu, Hendrajoni belum pula bisa istirahat dengan tenang. Sebab, sore harinya dia harus meluncur ke Kota Padang karena telah terlanjur janji untuk menghadiri acara pernikahan salah seorang warga Pessel di sana.

Dan malam itu juga mantan Kasat Narkoba sudah berada di Painan karena Minggu pagi setumpuk jadwal telah menanti. Tidak jauh beda dengan sehari sebelumnya. Di saat bersamaan, sang istri, Lisda Rawdha menghadiri acara penutupan bola volley di kawasan Bungo Pasang, Kecamatan IV Jurai.

Tampaknya, pasangan suami istri ini telah ditakdirkan melakoni hidup bersama untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Mereka anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan untuk warganya.

Minggu subuh pukul 04.00 Hendrajoni harus bangkit dari pembaringan karena masyarakat telah menunggu sang bupati pukul 09.00 di Kecamatan Silaut. Jarak antara Painan ke Silaut memakan waktu hampir 200 KM. Keadaan itu mau tak mau membuat Hendrajoni harus memutus tidurnya yang baru dia lalui beberapa jam saja. Mandi, shalat subuh lalu menuju meja makan untuk sarapan yang bisa disebut sebagai sarapan paling pagi itu.

“Agar masyarakat tidak kecewa karena menunggu kita terlalu lama,” sebut ketua DPD PAN Pesisir Selatan itu di atas meja makan. “Di militer sudah biasa yang kayak gini,” sambung HJ lagi mengenang latar belakangnya yang puluhan tahun di kepolisian.

Tidak berselang lama, Hendrajoni telah berada diatas mobil dan siap berangkat ke daerah yang terletak paling ujung Pesisir Selatan tersebut.

Lagi-lagi sang istri ikut serta karena Lisda Rawdha juga punya agenda di Silaut. Tidak ketinggalan pula Hj mengajak beberapa kepala dinas dan pejabat terkait. Beberapa jam kemudian rombongan Pemkab Pessel itu telah berada di sana.

Menurut Humas Pemkab Pesisir Selatan, ada sejumlah rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh Hendrajoni di kecamatan yang berada di bagian selatan Pessel tersebut.

“Bupati bersama rombongan mengikuti acara Istighosah, Rakor pemerintahan, pertemuan PKK, pertemuan Lansia dan peninjauan penanaman rumput pakan serta pertemuan dengan tokoh masyarakat dan ninik mamak setempat,” tutur Kabag Humas Wendi dalam keterangan tertulis.

Sesampai di Silaut sang bupati yang dikenal tegas itu disambut warganya. Rasa rindu masyarakat setempat seketika terobati melihat Hendrajoni dan Lisda Rawdha turun dari mobil.

HJ dan Lisda memperlihatkan senyum manis yang mengembang meski rasa letih, kantuk dan penat masih menghinggapi, tapi tidak diperlihatkan karena bertemu warga bagi mereka merupakan obat pelepas lelah. Dan obat itu didapatkan di negeri yang kaya akan sumber daya alam itu.

Di daerah yang berbatasan dengan dengan Provinsi Bengkulu itu HJ dan Lisda juga menyempat diri untuk bezuk bayi yang tengah dirawat karena mengidap Hidrosefalus atau pembengkakan kepala akibat penyumbatan cairan di otak.  Pasangan ini tampak bercengkrama dengan bayi yang tengah dirawat di Puskesmas setempat.

Sore harinya rombongan itu telah meluncur pulang ke Painan. Wajah sumringah dicampur rasa bahagia melihat wajah-wajah warga Silaut. Wajah itu pula yang menjadi pendorong bagi Hendrajoni untuk terus berbuat terbaik bagi Pessel.

“Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus saya kerjakan. Kegiatan dua hari ini menjadi catatan untuk diterjemahkan kedalam program-program pemerintah daerah,” ucap politisi Partai Amanat Nasional itu.

Gaya kepemimpinan Hendrajoni ini mendapat sambutan dan pujian dari sebagian besar masyarakat. Hal itu dapat terlihat dari laman Facebook yang selalu dihujani komentar oleh netizen. Sebagian besar komentar tersebut berisi ucapan dukungan, rasa takjub dan doa-doa kepada pemimpin mereka yang bari kali ini terlihat berbeda.

Rasa cinta dari warga itu juga mereka luapkan kepada sang istri yang saban hari sibuk berkecimpung dalam urusan social dan aktif membantu penyandang cacat, warga yang bertahun-tahun tidak mendapat perhatian dan mendorong pemberdayaan ekonomi bagi kaum perempuan serta  memberantas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Pessel yang angkanya mencapai enam ribuan.

Sebab itu pula-lah muncul dorongan kepada Hendrajoni untuk melangkah ke kursi gubernur pada Pilkada Sumbar 2020 mendatang meski kepemimpinannya baru memasuki tahun kedua. Namun suara-suara itu telah menghiasi ranah sosial media.

Sederet prestasi yang menghampiri Pessel 2 tahun belakangan ini, yang terakhir, penghargaan bergengsi Piala Adipura juga singgah di kabupaten yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera tersebut. Selain itu, Pemkab Pessel juga mampu mengembangkan sector pariwisata, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan.

Dengan fakta ini, agaknya Hendrajoni patut diberi kesempatan untuk menduduki kursi gubernur yang sebentar lagi akan ditingggalkan oleh Irwan Prayitno, yang telah dua priode menjadi orang nomor satu di Provinsi Sumbar. Jefri