Kalangan Pengusaha Sambut Baik Wacana Duet Mahyeldi – Weno Aulia

1146

JURNAL SUMBAR | Padang – Kalangan dunia usaha menyambut positif usulan partai Golkar menduetkan Weno Aulia Durin dengan inkumben, Mahyeldi Ansharullah. Weno Durin diramalkan mampu mengisi kelemahan kepemimpinan sekarang dan menjawab ekspektasi masyarakat dalam gairah dunia usaha, iklim investasi dan yang tidak kalah penting yaitu membuka lapangan kerja.

Sambutan itu dikemukan oleh ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Padang, Fitri Natalie. Kepada media ini, perempuan yang memiliki beragam jenis usaha di Kota Padang ini berharap penuh kepada dua tokoh yang rencananya diusung partai Golkar untuk membenahi permasalahan yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera itu.

“Pasangan ini (Mahyeldi-Weno Aulia Durin) oke. Adanya pengusaha yang maju, tentu kita berharap sektor UMKM dapat diperkuat dan mampu membuat dunia usaha di Kota Padang dapat bergeliat, berkembang dan maju,” tutur Fitri Natalie.

Menurut Fitrie Natalie kepemimpinan Kota Padang yang berlangsung lima tahun ini terdapat banyak kelemahan. Dia merinci satu-persatu berbagai dalam kepemimpinan untuk diselesaikan pada periode berikutnya.

Pengusaha butik, salon kecantikan dan studio senam itu menaruh harapan kepada dua tokoh yang berbeda latar belakang ini dalam menyelesaikan beragam persoalan yang dirasakan komunitas usahawan dan masyarakat kota Padang.

“Harapan saya selanjutnya membenahi terminal liar di beberapa titik, pelayanan warga dan memperbaiki sistim drainase yang menyebabkan sekolah-sekolah sering kena banjir. Itulah harapan kita kepada mereka,” ucap dosen salah satu universitas swasta ini melalui pesan WhatsApp, Selasa (29/08).

Pengusaha papan atas Sumatera Barat S. Budi Syukur juga menyambut positif duet yang digulirkan partai Golkar ini. Dia menyebut bahwa kedua tokoh ini punya kompetensi di bidang masing-masing.

“Pak Mahyeldi berpengalaman dalam politik dan tata kelola pemerintahan. Sedangkan Weno malang melintang di dunia usaha. Jadi menurut saya pasangan ini sudah klop,” ucap Budi Syukur.

Dia menambahkan, apabila koalisi PKS dengan Golkar terwujud maka akan menjadi nilai tambah bagi inkumben.

Apalagi, lanjut Budi, tidak bisa dipungkiri sosok orang tua Weno Aulia masih berpengaruh hingga sekarang dan tentunya akan menambah dukungan kepada pasangan ini.

“Kita tidak bisa menafikan pengaruh orang tua beliau (Weno Aulia) yang tentunya akan menambah kekuatan Mahyeldi-Weno Auli Durin,” papar pengusaha transportasi.

Yang tidak kalah penting, tambah Budi, dengan hadirnya Weno Aulia Durin sebagai wakilnya Mahyeldi akan menambah optimism bagi kalangan dunia usaha karena menurut Budi, Weno sangat paham seluk-beluk sektor ekonomi makro dan mikro sehingga pasangan saling melengkapi.

“Pak Mahyeldi telah mendorong dunia usaha kota Padang untuk maju. Nah, dengan hadirnya Weno ini iklim usaha akan tambah bergeliat, investasi akan mudah mengalir dan tentunya akan membuka lapangan pekerjaan. Dan Weno mampu karena Golkar punya jaringan solid di pusat,” terang ketua Organda Sumatera Barat ini melalui sambungan telepon siang tadi.

Pengurus teras partai Golkar Sumbar Yan Hiksas di berbagai kesempatan menyebutkan bahwa partai beringin itu menyodorkan Weno Aulia Durin kepada PKS untuk mendampingi Mahyeldi Ansharullah yang merupakan aspirasi masyarakat Kota Padang. “Hasil survey internal yang dilakukan Indobarometer menyebutkan bahwa masyarakat Kota Padang berharap akan kebijakan di sektor ekonomi seperti investasi, menggenjot dunia usaha dan membuka lapangan kerja. Oleh karena itu pula Golkar mengusung pak Weno karena beliau orang yang paham akan permasalahan ekonomi,” terang Yan Hiksas Koordinator Wilayah (Korwil) partai Golkar Sumbar. Jefri