Pilkada Empat Kota di Sumbar, Direktur SBLF Riset: Incumben Masih Disenangi Masyarakat

1063
Direktur SBLF Riset, Edo Andrefson Sutan Barbangso dan rekan paparkan konstelasi politik jelang pilkada empat kota di Sumbar pada kegiatan diskusi dan live streaming di Nongky-Nongky Café di Padang,

JURNAL SUMBAR | Padang – Di Provinsi Sumatera Barat, pada tahun 2018 nanti terdapat empat kota yang akan melangsungkan pilkada, yaitu Padang, Sawahlunto, Pariaman, dan Padang Panjang. Meskipun masih lama menunggu tahun 2018 untuk Pilkada, euforia kontestan bakal calon walikota dan wakil walikota sudah banyak bermunculan.

Direktur SBLF Riset, Edo Andrefson Sutan Barbangso pada kegiatan diskusi dan live streaming di Nongky-Nongky Café di Padang, Rabu, 2 Agustus 2017 mengatakan, SBLF Riset yang merupakan lembaga riset dan konsultan telah melakukan survei dan kajian di empat kota tersebut.

Di kota Padang, Mahyeldi sangat diunggulkan karena kinerja dan profil kepemimpinannya. Adanya calon penantang seperti Emzalmi, Desri Ayunda, Andre Rosiade, dan lainnya mesti berupaya lebih keras merebut hati warga.

Disawahlunto, Walikota Ali Yusuf masih diunggulkan, namun ada Deri Asta akan menjadi penantang tangguh yang siap menghadapi pilkada 2018 nanti.

Kemudian di Padang Panjang, incumben pecah kongsi, dan Hendri Arnis masih unggul walau bersaing dgn ketat dengan Edwin, Eko Furqoni serta beberapa kandidat lainnya.

Sedangkan di Pariaman, Walikota Muklis Rahman sudah tidak bisa lagi maju dan Genius diunggulkan sebagai Cawako kedepan, dan yang akan menjadi  penantang tangguh saat pilkada 2018 nanti muncul nama-nama seperti Mardison, Mahyudin, Helmi Darlis, M. Sya’ban.

“Persepsi pemilih di kota cenderung rasional, walau tak bisa, pemilih sosiologis dan psikologis masih ada. Ke depan konstelasi ini akan semakin menarik, butuh pemetaan oleh kandidat dan partai lebih jauh,” terang aktivis kampus alumni UNP itu. Enye