Polisi Masih Lidik Soal Raibnya Brankas Uang di Dinas Pertanian Sijunjung

Wabup: Harus Ada Pertanggungjawab

1216
Wabup Sijunjung, Arrival Boy, mendengarkan keterangan soal hilangnya brankas berikut isi uang yang mencapai Rp150 juta di dalamnya dari Kadis dan pejabat Dinas Pertanian setempat

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Wakil Bupati (Wabup) Sijunjung, Arrival Boy, sempat kaget atas raibnya brankas uang Dinas Pertanian Sijunjung dan dicuri maling. Bahkan Arrival Boy sendiri sempat tak percaya kabar hilangnya brankas beserta uang didalamnya.

“Saya sempat kaget, kok uang sebanyak itu ditarok di kantor. Kenapa tidak ditarok di bank. Bagaimana pun secara umum yang bertanggungjawab tetap pimpinan OPD dan secara teknis harus bertanggungjawab bendaharanya,”jelas Wabup Sijunjung, Arrival Boy, pada Jurnal Sumbar, Selasa (8/8/2017) sore.

Tak ayal, Selasa (8/8/2017), Wabup Arrival Boy, pun menyambangi Dinas Pertanian. Di kantor yang dipimpin Ir. Ronaldi itu, wabup mendengarkan penjelasan para pejabat dinas dilingkungan Dinas Pertanian Sijunjung itu.

“Ya, saya sudah mendatangi kantor Dinas Pertanian, termasuk mempertanyakan kenapa uang sebanyak itu ditarok di kantor dan kenapa tidak di bank. Kini persoalan ini kita serahkab pada polisi untuk melakukan penyelidikannya,”ucap Wabup Sijunjung, Arrival Boy, pada Jurnal Sumbar, Selasa (8/8/2017) sore.

Kapolres Sijunjung, AKBP Imran Amir, S.IK, MHum, menyebutkan pihaknya masih terus mengembangkan dan menyelidiki kasus hilangnya brankas beserta isi uang senilai Rp150 juta di kantor Dinas Pertanian Sijunjung.

“Saat ini anggota kita masih terus melakukan penyelidikan (lidik) termasuk memintai keterangan dari pihak OPD itu sendiri,” jelas Kapolres Sijunjung, Imran Amir, kepada Jurnal Sumbar, Selasa (8/8/2017) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya. Brankas uang Dinas Pertanian Sijunjung, jadi sasaran maling. Brankas dan isinya sekitar Rp150 jutaan, Senin (7/8/2017) dini hari raib dogondol maling. Tak ayal, uang yang seharusnya untuk pembayar surat perjalanan dinas (SPJ) itu, urung dibayarkan pada staf dinas setempat.

Maling diduga beraksi saat penjaga kantor, Indra tertidur lelap. “Saat kejadian itu penjaga kantor tertidur lelap di kursi dan tak mendengar adanya suara maling karena tertidur pules,” kata Kepala Dinas Pertanian Sijunjung, Ir. Ronaldi kepada Jurnal Sumbar, Senin (7/8/2017) malam.

Disebutkan Ronaldi, isi brankas uang itu berjumlah kisaran Rp150 juta. “Rencananya untuk pembayaran SPJ dinas. Brankas itu berada di ruang bendahara dan saya sendiri belum pernah melihatnya. Brankas berikut uang di dalamnya dibawa kabur maling,” terang kala itu. Saptarius