SBLF Riset: Adif, Badrul dan Urwatul Hangatkan Pilkada Padang

1038
Badrul Mustafa, Adib Alfikri dan Urwatul Wusqa.

JURNAL SUMBAR | Padang – Pilkada Padang semakin bertabur tokoh yang berkeinginan untuk maju sebagai walikota dan wakil walikota Padang. Dari kalangan politisi, pengusaha, birokrat, akademisi dan ulama.

Baru-baru ini, Adib Alfikri terlihat menemui Fadlizon Waketum Gerindra dalam agenda launching patung founding father di Aie Angek Cottage, Padang Panjang. Hari ini, Jumat (18/8-2017), Badrul Mustafa mendaftar ke Hanura, dan Urwatul Wusqo mendaftar ke Demokrat dan PBB.

“Pilkada semakin seru, karena ada nama-nama baru, seperti Adib Alfikri, Badrul Mustafa dan Urwatul Wusqo ikut mendaftarkan diri ke Parpol di Padang sebagai kandidat,” imbuh Edo Andrefson, Direktur SBLF Riset yang sudah melakukan survei di Padang, Sawahlunto dan berpengalaman di Sumatera.

Seperti diketahui warga Padang, Adib Alfikri ialah PNS, Kepala Bapenda Padang yang juga mantan Ketua KNPI Sumbar. Badrul Mustafa adalah akademisi Unand, Ketua DDII Sumbar yang juga pakar gempa dan bencana di Sumbar. Urwatul Wusqo dikenal sebagai ulama, Ketua IKADI Sumbar dan akademisi UIN IB Padang.

Nama-nama lainnya dari elit parpol seperti Weno, Hendri Septa, Marzul Veri, Apris, Andre Rosiade, Faldo Maldini, Alkudri, dan lain-lain semakin gencar bersosialisasi menambah semaraknya bursa Cakada Padang.

“Banyaknya Cakada yang berniat maju di Padang, membuktikan Padang tidak kekurangan tokoh yang siap mengabdi untuk kota ini,” tutur Korwil Sumbar-Jambi Poltracking itu.

“Tidak adanya satupun partai politik yang bisa mengusung sendiri Paslon, mengisyaratkan semua calon, baik incumbent Mahyeldi-Emzalmi, mesti membuka peluang berkoalisi dengan partai apapun,” sambung Edo Andrefson yang mantan Konsultan Polmark Eep Saifullah Fatah di Sumbar.

“Pilkada Padang akan berlangsung di Juni 2018 dan pendaftaran cawako ke KPU berlangsung di Januari 2018. Pilkada menjadi ajang 5 tahunan yang memanaskan gairah demokrasi kota Padang,” tutup Edo Andrefson. Rilis