Wabup Ferizal Antar Bantuan PT Semen Padang ke Nagari Galugua Kapur IX

Bantuan Daerah Terisolir

403
Wabup Ferizal Ridwan bersama jajaran OPD meninjau infrastuktur sembari mengantarkan ratusan zak semen bantuan PT Semen Padang di Nagari Galugua, Kapur IX.

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Perusahaan BUMN PT Semen Padang bantu ratusan zak semen untuk pembangunan infrastuktur di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh  Kota. Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Wakil Bupati Ferizal Ridwan bersama seluruh jajaran OPD melalui program Gerbang Emas, Kamis (3/8) lalu.

Sekitar 200 zak semen diangkut jajaran OPD menggunakan mobil double gardan, mengingat medan jalan ke Galugua yang cukup berat. “Pengangkutan 200-an zak semen kali ini, penempatannya kita perioritaskan untuk dua jorong di Nagari Galugua, yakni Tanjuang Jajaran dan Jorong Galugua,” kata Ferizal Ridwan kepada wartawan.

Gerbang Emas atau Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat yang dicetuskan pada masa pemerintahan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan, katanya, pada tahun ini memang diperioritaskan pada daerah kecamatan terjauh atau terisolir. “Sebelumnya, gerakan Gerbang Gor, juga kita laksanakan pada Minggu (20/7) lalu, tapi belum tuntas. Hari ini, lanjutannya,” tambah Ferizal.

Wabup mengaku berterima kasih atas bantuan yang diberikan perusahaan BUMN ternama di Sumatera Barat, yakni PT Semen Padang. Karena, bantuan semen tersebut sangat dibutuhkan oleh daerahnya, sangat bermanfaat memenuhi kebutuhan infrastuktur, terutama di Galugua.

Selain 500 zak semen yang diserahkan PT SP ke Camat Kapur IX, Andri Yasmen, beberapa minggu lampau, PT SP juga memberikan ratusan lembar kawat jaring besi untuk bahan pembuatan rabat beton jalan. Adapun pengerjaannya di Galugua, dilaksanakan antusias oleh  masyarakat secara bergotong royong.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Limapuluh Kota juga dipastikan sudah mengerahkan sejumlah alat berat untuk pembersihan dan menormalisasi badan jalan yang rusak parah. Saat ini, beberapa titik jalan berlubang serta tertimbun longsor ke Galugua sudah rata dan bisa dilalui kendaraan biasa.

Ferizal bersama sejumlah pejabat, ketika dijamu masyarakat di pasar Nagari Galugua, sempat memberi motivasi agar masyarakat Galugua tidak berputus asa, kerana lambannya pembangunan infrastuktur di daerah mereka. Apalagi, tahun ini, pembangunan jaringan listrik juga sudah mulai dikerjakan oleh PLN Regional Sumatera.

“Saya mengajak seluruh komponen, tidak hanya kawan-kawan di pemerintah daerah tetapi juga masyarakat, mari kita jadikan momen HUT RI tahun 2017 ini sebagai gerakan ‘Memerdekakan Galugua dari Keterisoliran’. Bagaimana pun kiatnya, harus kita upayakan bersama-sama,” tutur Ferizal disambut riuh tepuk tangan.

Wali Nagari Galugua, Syakban, mengaku tersentuh atas kepedulian pemerintah daerah Limapuluh Kota beserta pihak BUMN, khususnya PT Semen Padang dan PT PLN, dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di Galugua. Karena, pasca 72 tahun Indonesia merdeka sejak tahun 1945, Galugua masih dirasakan belum sepenuhnya merdeka.

Mengingat, sekitar 30-an kilometer infrastuktur jalan dan jembatan dari pusat kecamatan Kapur IX yang tidak memadai karena nyaris belum tersentuh pembangunan. Kondisi tersebut selalu menjadi keluhan, apalagi ketika bencana menimpa daerah sentra penghasil komodity Gambir tersebut.

“Hari ini, tahun ini, mudah-mudahan menjadi momen kemerdekaan bagi masyarakat kami di Galugua. Semoga tahun ini, kebutuhan infrastuktur kami mulai dari jalan layak dan listrik kita sudah terpenuhi. Agar ekonomi masyarakat kami, yang rata-rata berkebun gambir bisa semakin meningkat,” harap Syakban. [Suwanda]