Ada Kejanggalan, Kaburnya 12 Tahanan Lapas Muaro Sijunjung Diduga Direncanakan

2314
Suasana di Lapas Muaro Sijunjung mencekam, terlihat Doni,38 tahun petugas yang menjadi korban penusukan napi saat berkisah dengan polisi.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pasca kaburnya 12 tahanan, suasana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Muaro Sijunjung, Sumbar, terlihat mencekam. Terkesan pengawasan di Lapas kelas IIB itu tak begitu ketat, sehingga terlalu gampang pengunjung keluar masuk.

Bahkan saat petugas ditikam para tahanan yang kabur itu, mereka menggunakan senjata tajam. Tak jelas entah dari mana senjata tajam berupa pisau itu mereka peroleh. Terkesan, kaburnya tahanan itu sudah terencana.

“Semua mereka menggunakan senjata dan sempat berkelahi dengan saya,” ucap Doni, 38 tahun salah seorang petugas Lapas sambil menunjuk serakan darah bekas tusukan senjata tajam dari para tahan itu kepada Jurnal Sumbar, Minggu (17/9/2017) sore usai melakukan perawatan.

Kaburnya ke-12 tahanan itu diduga lemahnya pengawasan dan kurangnya anggota yang bertugas. Informasi yang diperoleh, saat terjadi pergolakan itu, Lapas hanya dijaga 4 orang petugas, sehingga dengan gampangnya para tahanan itu menerobos penjagaan tanpa menemui kesulitan seperti yang terjadi.

“Kalau dulu tak ada tahanan yang kabur seperti ini. Kok sekarang dengan mudahnya mereka kabur,” keluh salahseorang mantan petugas di LP Muaro itu menjawab Jurnal Sumbar, saat berada di Lapas itu, Minggu (17/9/2017) sore.

Kaburnya tahanan itu merupakan tanda tanya semua kalangan. Pasalnya, dari 12 tahanan hanya 3 orang yang terjerat kasus kriminal dan 9 orang lainnya adalah pelaku narkoba. Kuat dugaan, kaburnya tahanan itu diduga terorganisir oleh para jaringan pelaku narkoba. Tentu saja mereka juga sudah memperhitungkan cara mereka kabur dari Lapas itu.

Ironis memang, para tahanan yang kabur itu memanfaatkan waktu di saat petugas mengantar nasi jatah makan siang pada Minggu (17/9/2017) itu. Meski berupaya menghentikan gerak tahanan,  namun jumlah tahanan lebih banyak. Meski begitu, upaya petugas yang tak sebanding itu sudah luar biasa dengan mempertaruhkan nyawa dan bersimbah darah.

Tentu saja, kaburnya ke-12 tahan itu, membuat suasana di Lapas heboh. Meski tak  ada yang dirusak, namun telah membuat geger ranah hukum.

Apalagi menyusul petugas Lapas itu menjadi korban. Doni, 38 tahun, petugas lapas itu sempat menjalani perawatan atas tikaman senjata tajam para tahanan yang kabur.

Untung saja, jajaran Polres Sijunjung, cepat tanggap. Mendengar kaburnya ke-12 tahan itu, seketika jajaran Polres Sijunjung langsung mengejar para napi. Dari hasil pengejaran tiga orang berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sijunjung.

Namun, belum berhasil diperoleh keterangan resmi soal ketiga napi yang ketangkap itu. “Apa ada kaitan dengan 12 tahanan itu kita tidak tahu persis,” ujar sumber di Mapolres Sijunjung.

Inilah nama-nama ke-12 tahanan  yang kabur itu, yakni atas nama, Bendri Bon, Eki Nopriana, Junaidi, Risman, Teye Geli, Ardianlo, Suhen, Randi Derion, Dani Darmanto, Nasrul Effendi, Abdul Dasril panggikan Dedet. Ke-12 Napi itu rara-rata terjerat narkoba dan kriminal dan 9 pindahan/oporan. Saptarius