Delapan Pejabat Bertarung Jadi Sekda Sijunjung

2082
Yuswir Arifin

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Enam penjabat Sijunjung mencalonkan diri menjadi calon Setdakab Sijunjung. Selain itu, dua penjabat dari luar daerah juga mengadu keberuntungan jadi calon Setdakab di Ranah Lansek Manih itu.

Penjaringan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sijunjung itu, berlangsung sejak pada 18 Agustus hingga 7 September 2017 lalu. Dari hasil penjaring, terjaring sebanyak 8 orang pejabat mencalonkan diri jadi Setda. Diantaranya, 6 penjabat dari Sijunjung dan 2 orang dari luar.

Anggota Tim Seleksi (Tim Sel) Penjaringan Calon Setdakab Sijunjung, Yunanto Masri, SE, kepada Jurnal Sumbar, Selasa (12/9/2017) siang membenarkannya.

“Yang mendaftar calon Setdakab Sijunjung semuanya 8 orang. Diantaranya, sebanyak 6 orang pejabat dari Sijunjung dan 2 orang dari Solok Selatan dan Pesisir Selatan,” jelas mantan Plt Setdakab Sijunjung yang sudah purnabakri itu.

Penjabat yang adu keruntungan dari Pemkab Sijunjung itu, tetdapat nama Irwandi, S.IP (Asisten I), dr. H.
Edwin Suprayogi, MKes (Asisten 2), Jaheri, MSi (Kepala BKAD), Drs. H. Syukri, MM (Kadis PMN) serta dua orang staf ahli, yakni Hasmizon, MSi dan Ir. Nizam Ul Muluk.

Sedangkan dua orang penjabat dari luar daerah terdapat nama, Zefnihan (Kadis Pariwisata Seni Pemuda Olahraga Pemkab Pesisir Selatan) dan DR. H. Fidel Efendi, MM (Asisten 1 Setdakab Solok Selatan).

“Tanggal 14 September 2017 ini, di auditorium UNP para calon Setdakab Sijunjung itu melakukan tes seleksi,” jelas Yunanto Masri.

Menariknya, khusus untuk kedua calon dari luar daerah pihak penitia seleksi (pansel) akan melakukan rekam jejak terhadap calon sekda hingga mengerucut tiga besar untuk dibawa ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Soal calon sekda, semua kita serahkan pada Pansel. Siapa saja yang mencalonkan diri asal memenuhi syarat yang sudah ditentukan silahkan saja,” kata Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, kepada Jurnal Sumbar, belum lama ini.

Disebutkan Bupati Yuswir Arifin, bagi calon sekda yang berasal dari, Solok Selatan dan Pesisir Selatan akan dilakukan rekam jejak. “Calon sekda dari luar Sijunjung akan kita lakukan rekam jejak dan akan kita tanya pada kepala daerahnya masing-masing. Tapi, kalau soal calon dari Sijunjung tak perlu rekam jejak karena saya sendiri sudah tahu,” sebut Yuswir Arifin.

Jika Pansel sudah mendapatkan tiga besar, maka bupati akan segera membawa berkasnya ke KASN. “Jika sudah lengkap dan baru kita bawa ke KASN untuk mendapat persetujuan dan rekomendasi. Jika sudah disetujui barulah kita akan memilih yang terbaik dari tiga besar itu. Yang terpenting sekali sekda itu harus memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi,” tegas Bupati Yuswir Arifin.

Diakui bupati, kandidat dari Sijunjung dinilainya sangat layak dan sudah memenuhi syarat.

“Calon dari Sijunjung sendiri sudah memenuhi syarat. Karena seleksinya sistem online sehingga tidak ada istilah titipan. Jika Pansel sudah menemukan tiga besar yang terbaik baru kita ajukan ke KASN dan kweemudian baru dipilih,”tambah Bupati Yuswir Arifin.

Panitia seleksi (Pansel) penjaringan calon Sekda Sijunjung itu sendiri melibatkan sejumlah pejabat birokrasi Pemprop Sumbar serta para pejabat pamong Sumbar dan dari unsur akademisi.

Apalagi, kata Bupati Yuswir Arifin, Ketua Pansel calon Sekda Sijunjung itu dipercayakan pada Asisten III Sekdaprop Sumbar, Nasir Ahmad, dengan anggota Asisten I Setdaprov Sumbar, Devi Kurnia dan Alimermen dari Diklat Sumbar serta Rektor Universitas Bunghatta, Prof. Azwar Ananda dari kalangan akademisi.

“Merekalah yang akan menguji dan menyeleksi calon Sekda Sijunjung termasuk melakukan rekam jejak mereka,” ucap Bupati Yuswir Arifin. Saptarius