Tahanan Terus Diburu, Lapas Muaro Sijunjung Digeledah

963

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Jajaran Polisi Resort (Polres) Sijunjung, sejak Minggu sore terus memburu keberadaan tahanan yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIB Muaro Sijunjung, Sumbar. Suasana di Sijunjung hingga berita ini masih mencekam.

Selain memburu keberadaan tahanan, sejak Minggu (17/9/2017) tadi malam polisi yang dibantu satuan Polisi Militer (PM) Sijunjung, juga melakukan swiping dan penggeledahan terhadap tahanan dan di dalam Lapas.

“Termasuk penggeledahan terhadap tahanan yang menghuni Lapas. Sementara kita masih terus memburu keberadaan tahanan yang kabur itu,” Kata Kapolres Sijunjung, AKBP, H, Imran Amir, S.IK,MHum melalui Paur Humas Polres Sijunjung, Ipda Polisi Ajo Nasrul kepada Jurnal Sumbar, Senin (18/9/2017) pagi.

Disebutkannya, seluruh anggota Polres Sijunjung dikerahkan, termasuk pada saat swiping/penggeledahan dan memburu para tahanan yang kabur itu.

Dari hasil perburuan polisi, baru 3 tahanan dari 12 tahanan yang kabur berhasil ditangkap. “Hingga kemana pun kaburnya mereka akan kita buru. Sebaiknya para tahanan yang kabur supaya segera menyerah,” tambah kapolres.

Sejak kaburnya ke-12 tahanan itu, penjagaan di Lapas mulai diperketat. Jika sebelumnya tamu bisa berlalu lalang san gampang masuk, kini tak lagi. Jika ada tamu kini mulai diperiksa identitas termasuk bawaannya.

Sejak tadi malam suasana di Kabupaten Sijunjung benar-benar mencekam. Hampir di seluruh kecamatan warga mekakukan ronda. Bahkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dikerahkan untuk memburu keberadaan tersangka.

“Kita juga sudah mengerahkan seluruh anggota untuk mencari keberadaan tahanan yang kabur itu. Semua nagari sudah melakukan ronda,” kata Kepala Dinas Satpol PP & Damkar Sijunjung, Masharyanto, SE kepada Jurnal Sumbar, Minggu (17/9/2017) tadi malam saat memantau ronda di sejumlah nagari terkait kaburnya tahanan.

“Jika ada gerak gerik tamu yang mencurigakan dan tak dikenal laporkan ke polisi terdekat,” tambah Masharyanto penegak Perda Sijunjung itu.

Tak terbantahkan, di balik kaburnya ke-12 tahanan yang kabur itu diduga sudah terorganisir. Sebab, informasi yang berseleweran, saat tahanan itu kabur sudah ada mobil yang menunggu. Namun, tak ada yang curiga soal mobil itu. Benarkah? Entahlah.

Namun, kaburnya tahanan itu juga disangkakan, terkesan pengawasan di Lapas kelas IIB itu tak begitu ketat, sehingga terlalu gampang pengunjung keluar masuk.

Bahkan saat petugas ditikam para tahanan yang kabur itu, mereka menggunakan senjata tajam. Tak jelas entah dari mana senjata tajam berupa pisau itu mereka peroleh. Terkesan, kaburnya tahanan itu sudah terencana.

“Semua mereka menggunakan senjata dan sempat berkelahi dengan saya,” ucap Doni, 38 tahun salah seorang petugas Lapas sambil menunjuk serakan darah bekas tusukan senjata tajam dari para tahan itu kepada Jurnal Sumbar, Minggu (17/9/2017) sore usai melakukan perawatan.

Kaburnya ke-12 tahanan itu diduga lemahnya pengawasan dan kurangnya anggota yang bertugas. Informasi yang diperoleh, saat terjadi pergolakan itu, Lapas hanya dijaga 4 orang petugas, sehingga dengan gampangnya para tahanan itu menerobos penjagaan tanpa menemui kesulitan seperti yang terjadi.

“Kalau dulu tak ada tahanan yang kabur seperti ini. Kok sekarang dengan mudahnya mereka kabur,” keluh salahseorang mantan petugas di LP Muaro itu menjawab Jurnal Sumbar, saat berada di Lapas itu, Minggu (17/9/2017) sore.

Kaburnya tahanan itu merupakan tanda tanya semua kalangan. Pasalnya, dari 12 tahanan hanya 3 orang yang terjerat kasus kriminal dan 9 orang lainnya adalah pelaku narkoba. Kuat dugaan, kaburnya tahanan itu diduga terorganisir oleh para jaringan pelaku narkoba. Tentu saja mereka juga sudah memperhitungkan cara mereka kabur dari Lapas itu. Saptarius