Berjalan Tiga Kilometer, Sirkuit “MotoGP”Sepang Malaysia Sudah Jadi Lautan Manusia

425
Rombongan wartawan Jurnal Sumbar di Sirkuit Sepang Malaysia, Minggu (29/10). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR – Ternyata di race utama MotoGP, Sirkuit International Sepang Malaysia pada Minggu, (29/10/2017), Sirkuit Sepang benar-benar jadi lautan manusia. Jutaan manusia memadati sirkuit Negeri Jiran itu.

Saking padatnya, para penonton harus bejalan kaki sepanjang 3 kilometer karena terjebak macet ribuan kenderaan berbagai jenis dan merk. Nah, gimana situasi di Sirkuit Sepang ketika itu? Berikut laporan Saptarius Wartawan Madya dari Jurnal Sumbar.

Meski cuaca bersahabat, tapi arus kemacetan membuat sesak. Kendati berangkat pagi, pukul 07.00 WM (06.00 WIB), namun jalan menuju sirkuit 0 itu sudah dibanjir manusia, termasuk Jurnal Sumbar, dan teman saya dr. Hari Suryana, SpOG, Yuslunal (Raul) dari Solok dan Aguslim (Uwan) dari Padang. Pagi itu kami dari Apartemen yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Sepang.

Untuk menyaksikan berbagai kejutan yang terjadi di sesi utama MotoGP Sirkuit International Sepang, Malaysia itu.

Untuk mencapai surkuit tak segampang yang dibayangkan. Harus dilakukan pemeriksaan termasuk barang bawaan.

Ternyata diajang MotoGP Sirkuit Sepang itu, penonton tidak boleh membawa makanan dan minuman. Sebab di dalam arena para pedagang sudah menyediakan berbagai makanan dan minuman. Untuk mendapatkan makanan tersebut harus meronggoh RM (ringgit malaysia) yang cukup menguras kocek.

Berbagai aksesoris dan aneka dagangan ada di sana. Soal harga jangan ditanya, karena bisa meronggoh hasil kantong anda. Bahkan ribuan penonton asal Indonesia dari berbagai pulau hadir di Sepang. Jelas, dengan adanya ajang spektakuler itu mendatangkan devisa yang sangat pantastis bagi Negeri Melayu itu. Pertanyaannta, kapan Indonesia seperti Sepang? Saptarius