Bupati Irfendi Arbi Ajak Masyarakat Jaga Nilai-Nilai Pancasila

Peringati Hari Kesaktian Pancasila

189
Bupati Irfendi Arbi poto bersama dengan Forkompinda Limapuluh Kota usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menuturkan, masyarakat terutama generasi muda harus menguatkan makna dari nilai-nilai Pancasila. Karena, saat ini telah banyak terjadi rongrongan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu diungkapkannya, ketika menjawab pertanyaan wartawan usai mengelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Halaman Kantor Bupati, Bukik Limau, Sarilamak, Minggu, (1/10) pagi.

“Seperti kita ketahui, Pancasila merupakan pemersatu bangsa yang tidak boleh runtuh, untuk itu kita harus menjaga makna dan nilai-nilai Pancasila. Sebagai masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota kita harus memperkokoh dan menjaga keharmonisan, menjaga NKRI dari perpecahan,” ujarnya.

Demi memperkuat rasa persatuan dan pengabdian kepada bangsa dan negara itu, Irfendi mengimbau kalangan generasi muda di daerah itu agar mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang terkandung.

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan dan memperjuangakan Pancasila, karena genarasi inilah yang akan membawa nasib bangsa di masa akan datang,” sebutnya.

Sebelumnya, pada peringatan Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober itu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menggelar upacara. Upacara yang dipimpin bupati Irfendi Arbi ini berlangsung khikmad dan lancar.

Ikut hadir,Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Saffarudin Dt Bandaro Rajo, Wakil Ketua DPRD, Sastri Andiko dan Deni Asra, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis, Dandim 0306/50 Kota, Heri Sumitro, Plt Sekda M Yunus, kepala-kepala OPD berserta ratusan peserta upacara lainnya.

Wakil Ketua DPRD, Sastri Andiko yang dipercaya membacakan ikrar Ketua DPR RI, Setya Novanto, mengatakan bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945 telah banyak terjadi rongrongan.

Rongrongan tersebut dimungkinkan karena kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi olei nilai-nilai luhur ideologi pancasila, bangsa indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI,” pungkasnya. Dho