Disaksikan Jutaan Penonton, Dovi Ducati Jawara MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang Malaysia

451
Tim Jurnal Sumbar bersama penonton lainnya terlihat santai menyaksikan balap motor MotoGP di sirkuit Sepang Malaysia, Minggu (29/10). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR – Ternyata di race utama MotoGP, Sirkuit International Sepang Malaysia pada Minggu, (29/10/2017), benar bikin kejutan. Betapa tidak, disaksikan jutaan penonton dari berbagai belahan Indonesia, termasuk Indonesia.

Rupanya, Andrea Dovisizio menggagalkan pesta juara Marc Marquez di Sepang, Malaysia. Ini setelah pebalap Italia itu berhasil menduduki podium pertama dan menambah 25 poin.

Total poin Dovi dari tim Ducati itu menjadi 261 poin dan membuat balapan makin seru hingga seri terakhir di Valencia, 12 November mendatang sebagai penentuan juara dunia.

Begitu pula Marquez yang seharusnya di atas angin dan berpeluang besar menjadi juara dunia di Sepang, terseok di posisi keempat dan cuma menambah 13 poin. Meski pebalap Spanyol dari tim Repsol Honda itu tetap memimpin klasemen dengan 282 poin.

Walau begitu, peluang Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2017 sangat terbuka lebar. Jarak poin dengan Dovizioso memang terpangkas, namun selisihnya masih cukup jauh, yakni 21 poin.

Bukan tidak mungkin, balapan seri terakhir nanti bakal sangat seru dan apa pun akan dilakukan pebalap dan tim masing-masing.

Sedangkan di posisi ketiga klasemen masih diduduki Maverick Vinales dari Movistar Yamaha. Pebalap Spanyol itu di Sepang hanya mampu finish di posisi ke-9 dan cuma menambah 7 poin. Total poin Vinales kini menjadi 226 poin.

Valentino Rossi yang tampil menjanjikan dan dielu-elukan pendukungnya, sejak babak latihan bebas hingga kualifikasi tak mampu berbuat banyak di Sepang. Di tengah trek yang basah karna hujan mengguyur Sirkuit, The Doctor hanya finish di posisi ke-7 dan menambah 9 poin. Total poin yang dikumpulkannya kini menjadi 197 dan bertahan di posisi keempat klasemen.

Usai klasmen Sirkuit Sepang, yang telah menjadi lautan manusia itu para penonton pun pulang ke negaranya. Bahkan ruas jalan dari dan ke Sepang macet total. Kami pun menempuh jalan kaki hingga puluhan kilometer untuk mencari penginapan.

Hampir tiga jam lebih kami tak dapat tumpangan. Meskipun ada, harga caterannya mencapai Rp500 ribu lebih, yang biasanya hanya bayar Rp75 ribu. Untung, sekitar pukul 20.30 WM (19.30 WIB), kami dapat tumpangan, dan sewa mobil taxinya kisaran Rp250 ribu. Arena Sepang benar-benar jadi ajang penncari rezeki bagi pedagang di Malaysia.

Dari Laporan Saptarius Wartawan Madya dari Jurnal Sumbar, menyebutkan, awalnya cuaca bersahabat, namun tak beberapa lama diguyur hujan sehingga membuat basah Sirkuit. Meski saya dan teman saya dr Hari Suryana, SpOG, Yuslunal(Raul) dari Solok dan Aguslim (Uwan) dari Padang. Pagi tiba di Sirkuit, tapi tetap saja terjebak macet dan begitu juga saat pulang. Saptarius