HPN 2018, Menteri Pariwisata akan Majukan Pariwisata Sumbar dengan Wisata Halal

283

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Provinsi Sumatera Barat kaya akan potensi wisata, namun belum mampu dieksplorasi dengan maksimal.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebut Sumatera Barat kaya akan potensi wisata alam dengan ditambah masih kuatnya nilai adat leluhur yang dipegang masyarakatnya.

“Sumatera Barat tidak diragukan lagi potensi wisata dan kekuatan budaya yang masih melekat kuat, namun semua itu belum dikenal luas” ujar Arief ketika menerima kunjungan delegasi panitia Hari Pers Nasional di Kantor Kemeterian Pariwisata, Jakarta, Selasa (24/10).

Arief menuturkan bahwa Kementerian yang dia pimpin mempunyai konsep pariwisata halal atau halal torism untuk ditawarkan pada Pemerintah Daerah Sumatera Barat dalam mengangkat nilai pariwisata tanah Minang.

Menurutnya, konsep pariwisata halal sebelumnya telah berhasil diterapkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berhasil menarik minat wisatawan baik asing dan mancanegara.

“Konsep halal tourism ini kita terapakan di Lombok dan itu berhasil yang salah satu parameter bagi kami adalah peningkatan penerbangan dari Malaysia menuju Lombok yang membawa wisatawan dengan traffic tiga penerbangan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi HPN 2018 yang dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana, Margiono menjelaskan bahwa acara puncak HPN akan dilangsungkan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Mendapat penjelasan tersebut, Menteri Arief pun menyambut baik rencana HPN 2018 yang dilaksanakan oleh komunitas pers Indonesia, PWI, IJTI, PRSSNI, Dewan Pers, SMSI, SPS, PPRI, ATVLI, ATVSI dan siap mendukung penuh terselenggaranya acara itu.

“Kemenpar siap mendukung apapun yang bisa kami bantu, kita tunggu ide dan kosepnya seperti apa,” tukasnya.

Acara puncak Hari Pers Nasional 2018 akan dilangsungkan di Kota Padang, Sumatera Barat pada 9 Februari yang akan diisi bincang media untuk media dan media untuk masayarakat.

HPN memilih kota Padang dengan harapan dapan menajdi fasilitator dari pengembangan pembangunan daerah terutama peningkatan minat pariwisata. rilis