Investasi di Sumbar, Pengusaha Australia Tertarik di Bidang Pariwisata, Infrastruktur dan Pelatihan Kerja

214
Penandatangan LoI antara perusahaan Australia dengan Pemprov Sumbar di acara RIF 2017 di Padang, Senin (16/10-2017). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR | Padang – Lima perusahaan Australia berkomitmen berinvestasi di Sumatra Barat (Sumbar) l, terutama di sektor pariwisata, insfrastruktur hingga pelatihan kerja. Komitmen itu ditandai dengan penandatangan Letter of Intens (LoI) di sela-sela kegiatan Regional Invesment Forum (RIF) di Hotel Grand Inna Padang, Senin (16/10).

“Ini merupakan langkah bagus dijadikannya Padang sebagai tuan rumah RIF kali ini. Hari pertama dapat merangkul lima perusahaan Australia untuk mengencangkan komitmen menanamkan modalnya di Sumbar,” ujarnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi.

Dikatakannya, hal itu ditandai dengan penandatanganan dokumen persetujuan awal untuk berinvestasi diberbagai sektor dengan perusahaan asal negeri kangguru ini.

“Lima perusahaan yang berkomitmen berinvestasi di Sumbar yakni Marine Del Ray yang bergerak di sektor pariwisata, Estern Cost Trading yang bergerak dalam ekspor impor produk kuliner. Kemudian, Vetea yang bergerak di sektor pelatihan dan penempatan tenaga kerja, Weignbridgelawyers yang bergerak di bidang infrastruktur dan Study Abroad Migration yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Sydney, Dicky D Soerjanatamihardja menyebutkan, perusahaan yang menandatangani LoI tersebut sudah berpengalaman dalam investasi di Indonesia. Oleh karena itu, para investor dimaksud juga meminta peluang yang ditawarkan memang yang sudah jadi.

“Kita yakin LoI yang ditandatanggani akan berujung pada kerjasama antar dua belah pihak nantinya,” katanya.

Sementara itu Director Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Sydney, Sri Moertiningroem menyebutkan, bahwa LoI ini merupakan cara untuk membuka peluang investor untuk berinvestasi di Sumbar. Karena, ini merupakan penjajakan pertama sebelum adanya kerjasama lebih intens lagi, seperti MoU atau kontrak. Sehingga, adanya RIF ini dapat merangkul lebih banyak investor untuk berinvestasi di Sumbar. Dikarenakan potensi yang ditawarkan Sumbar sangat banyak.

“Jadi kami akan usahakan dari LoI segera terealisasi nanti ke MoU ataupun kontrak kerjasama yang lebih intens untuk perkembangan potensi yang ada di Sumbar,” ulasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Solicitor Director Weighbridge Lawyers Trilaksono Soeryoatmodjo menyebutkan, bahwa perusahaannya ingin berinvestasi di daerah untuk pembangunan insfrastruktur. Dan, akan menegosiasikan lebih lanjut dengan pemerintah didaerah.

Senada Trilaksono Soeryoatmodjo, General Manager Study Abroad dan Migration, Lika S berkeinginan dengan adanya kerjasama dengan pemerintah daerah. ia berkeinginan untuk mengembangkan karir masyarakat lokal terutama siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Australia dengan menjembatani pendidikannya. Selain itu, dalam melanjutkan pendidikan mereka juga akan bekerja.

“Jadi selain dapatkan ilmu, mereka juga akan bekerja di sana, sehingga kita akan menjajaki kerjasama lebih intens untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Dan, sekembalinya mereka ke Indonesia lebih siap dalam bekerja,” pungkasnya. rilis