RIF 2017 di Padang, Sumbar akan Tawarkan Mandeh dan Gunung Padang kepada 378 Investor Asing

535
Gubernur Irwan Prayitno dan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, BKPM, Himawan Hariyoga jumpa pers tentang pengelenggaraan RIF di Padang, Jumat (13/10-2017). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR | Padang – Sebanyak 378 investor asing dari 15 negara memastikan diri hadir dalam kegiatan Regional Invesment Forum (RIF) yang dihelat di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada tanggal 15 – 17 Oktober 2017. Kedatangan investor ini harus dimanfaatkan Pemprov Sumbar, agar merealisasikan niatnya menanamkan modalnya di Sumbar.

“Investor yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya, antara lain dari Australia, Singapura, Kanada, Inggris, Spanyol, Luxemburg, Tiongkok, Taiwan, Rusia, Uni Emirat Arab, Yaman, India, dan Mauritius. Mereka hadir untuk menjajaki peluang investasi di 8 destinasi wisata Indonesia melalui kegiatan RIF ini,” ungkap Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Himawan Hariyoga, pada awak media pada jumpa pers di Padang, Jum’at (13/10/2017).

Himawan menjelaskan, fokus pertemuan dalam RIF yakni peluang investasi di sektor pariwisata. Terdapat 8 destinasi wisata Indonesia yang ditawarkan sebagai lahan investasi. Masing-masing, Danau Toba, Kawasan Mandeh, Gunung Padang, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, dan Kawasan Bromo Tengger Semeru.

Investor yang hadir nantinya merupakan pengusaha yang selama ini bergerak di bidang pariwisata, energi, infrastruktur, pengolahan tambang, perkebunan, pengolahan makanan, hingga industri kimia.

“Fokus pertemuan dalam RIF ini memang pariwisata. Namun realisasinya bukan sekedar untuk investasi wisata. Bisa saja untuk infrastruktur pendukung pariwisatanya, seperti listrik, jalan, jembatan, hotel,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, peluang investasi yang ditawarkan Sumbar yakni Kawasan Wisata Bahari Mandeh dan Gunung Padang. Menurutnya, investasi yang bisa dilakukan di Mandeh dan Gunung Padang diantaranya pembangunan hotel, penginapan, restoran, infrastruktur, dan wahana pariwisata.

“Wisata Mandeh belum ada hotel atau penginapan di sana. Sedangkan di Gunung Padang akan tambah cantik jika ada kereta gantung. Banyak bentuk penanaman modal lainnya,” tuturnya.

Selain pariwisata, tambah Irwan Prayitno, melalui kegiatan RIF, Sumbar juga menawarkan pengembangan potensi energi terbarukan yang dimiliki. Seperti, energi panas bumi, energi air, yang semuanya bisa diolah untuk menghasilkan listrik.

“Dalam rangkaian RIF, ada pertemuan one on one antara pemerintah daerah dengan investor. Melalui pertemuan itu, kita akan tawarkan potensi investasi energi terbarukan. Hingga saat ini, sudah ada 20 investor yang meminta bertemu secara khusus dengan pemerintah Sumbar. Ini yang kita manfaatkan sebaik-baiknya,” pungkasnya. rilis