Tanam Serempak 2017, Sumbar Targetkan 15 Ribu Hektar Lahan Tanam Kedelai

423
Wagub Nasrul Abit canangkan tanam perdana serempak Kedele di Lubuak Gadang Sangir, Solok Selatan. poto Ist.

JURNAL SUMBAR | Solok Selatan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan tanaman kedelai bisa mencapai 15.000 hektar. Dimana, saat ini produksi hasil kedelai Sumbar masih rendah yakni berkisar 1,15 hingga 1,32 ton per Ha, dengan luas tananam berfluktuasi sangat signifikan sekitar 296 Ha dengan produksi 1,19 ton per Ha, yang dibandingkan luar negeri 2,3 -3 ton per Ha.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, kemarin saat pencanangan Gerakkan  Tanam Perdana Serempak Kedelai Tahun 2017 di Jorong Sungai Sanda, Nagari Lubuak Gadang Timur, Kecamatan Sangir,  Kabupaten Solok Selatan.

Dijelaskannya, kondisi saat ini kebutuhan kedelei bagi masyarakat di Sumbar terbilang cukup tinggi, dari produksi  241,05 ton per bulan atau 2.892,6 ton per tahun. Untuk menutupi kebutuhan kedelei Sumbar, pemerintah mendatangkan kedelai dari Jambi, Riau dan Medan.

Tingginya kebutuhan kedelai di Sumbar, karena ada 18 industri pengolahan kedelei di Sumbar yang bergerak untuk membuat tahu dan tempe.

“Produksi kedelei Sumbar tidak stabil dari tahun ke tahun, dan bahkan cenderung menurun sejak tahun 1996 -2006. Sebagai contoh tahun 1996 produksi kedelei Sumbar 13.408 ton dan pada tahun 2006 hanya 1.438 ton.  Namun, produksi kedelei pernah tertinggi tahun 2000 sebesar 12.686 ton,” ujarnya.

Disebutkannya, ada sepuluh kabupaten dan kota di Sumbar yang turut bertanam kedelei, yakni Kabupaten Pasaman,  Padang Pariaman,  Pasaman Barat,  Limapuluh Kota,  Agam,  Tanah Datar,  Sijunjung,  Dhamaamsraya,  Solok Selatan dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Lanjutnya, bahwa tanaman kedelaimasyarakat petani di Sumbar memiliki beberapa kendala, seperti ada tanaman kedelai yang kurang menarik. Dikarenakan kondisi lahan, sebab tanaman kedelei memerlukan air yang cukup selama pertumbuhan. Padahal tidak semua kondisi lahan perkebunan yang bisa menghasilkan air yang cukup.

“Kelebihan dan kekeringan tanaman kedele tidak dapat tumbuh dengan baik. Untuk itu tahun ini Sumbar mentargetkan 15.000 ha untuk luas lahan tanaman kedelei. Oleh karena itu kepada dinas dan pihak terkait agar menyiapkan sarana dan prasarana pemasaran yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, apabila saran dan prasarana bagus, maka hasil kedelei di Sumbar dapat menjadi tambahan penghasilan yang menguntungkan, selain dari tanaman padi dan jagung.

Oleh karena itu, melalui program Perluasan Tanam (LTT) Provinsi Sumatra Barat tahun 2017 seluas tanam 15.000 per ha yang tersebar di 10 kabupaten di Sumbar diperkirakan dapat menghasilkan 18.000 ton kedelai.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, menyebutkan di Kabupaten Solok Selatan sendiri,  tepatnya di Jorong Sungai Sundra merupakan yang terbesar lahan kedelei nya luas 600 Ha.

“Dengan kondisi lahan yang demikian, dari target 2.500 ha di Solok Selatan sudah dapat terealisasi 1.540 ha,” pungkasnya. RK