“Coffee Morning”, Cara Kepala BWSS V Serap Informasi Kelola Sumber Daya Air

283
"Coffee Morning" Balai Wilayan Sungai Sumatera V berlangsung santai di ruang rapat setempat, Selasa pagi (21/11). poto: Enye

JURNAL SUMBAR | Padang – Kegiatan “Coffee Morning” yang digelar Maryadi Utama, ST, MSi, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V), Ditjen SDA, Kementerian PUPR diapresiasi banyak pihak. Banyak persoalan mengapungkan, dan semuanya ditanggapi serius untuk ditindaklanjuti.

“Insya Allah kegiatan ini akan kita gelar sekali sebulan,” sebut Maryadi Utama, Kepala BWSS V dalam paparannya di “Coffee Morning” tersebut di kantor BWSS V, Selasa pagi (21/11). “Ini forum bagi kami untuk menampung informasi dan aspirasi, dan sama-sama kita carikan solusi penanganannya,” tambahnya.

Persoalan banjir, abrasi dan irigasi di beberapa daerah mengapung di acara Coffee Morning” tersebut. Novermal Yuska, dari Jurnalsumbar mengapungkan masalah banjir di kawasan jalan Padang By Pass. Katanya, setiap kali hujan lebat, kawasan bagian timur kota Padang itu selalu digenangi banjir yang semakin dalam dan meluas.

Selain itu, Novermal juga mengapungkan persoalan optimalisasi pemanfaatan Irigasi Batang Hari di kabupaten Dharmasraya, dan abrasi pantai di nagari Muaro Kandis Punggasan, kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan.

Khairul, Lurah Batang Arau, kecamatan Padang Selatan, Kota Padang mengemukakan persoalan sampah dan sedimen di alur sungai Batang Arau. Katanya, muara Batang Arau mustahil bisa jadi pelabuhan marina kalau persoalan sampah dan sedimen tidak diatasi secara komprehensif.

Arya dari Bakinews dan Yudi dari TVOne menyoroti masalah tambang galian C ilegal di alur-alur sungai, terutama di Batang Anai, kabupaten Padang Pariaman dan sungai-sungai di Kota Padang. Dan, Hijrah dari Klikpositif menyoroti masalah irigasi di nagari Pangian dan Irigasi Batang Sinamar di Tanah Datar.

Beberapa pihak lain juga menyampaikan informasi dan pertanyaan terkait tata kelola sumber daya air yang ditangani BWSS V. Pengawasan pelaksanaaan proyek di lapangan juga menjadi sorotan.

Semua persoalan yang mengapung tersebut ditanggapi serius oleh Kepala BWSS V dan jajarannya. “Semua informasi dan masukan akan kami jadikan bahasan di rapat-rapat internal dan rapat koordinasi dengan lintas sektoral,” ujar Maryadi.

“Dengan banyaknya informasi dan masukan, kita yakin pengelolaan sumber daya air di Sumbar akan lebih baik,” tegasnya. “Dan, ini juga bahagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama bencana banjir dan kekeringan,” pungkasnya.

“Coffee Morning” yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh Dinas PSDA Sumbar, PU Kota Padang, BPBD Sumbar, Binda dan instansi terkait lainnya, serta unsur media massa dan LSM. Dan, Maryadi sendiri didampingi oleh pejabat struktural, Kasatker dan PPK BWSS V.

Yenwar, CES, mantan Kepala BWSSV pertama yang diundang khusus juga mengapresiasi “Coffee Morning” yang digagas Maryadi Utama tersebut. “Ini bagus. Dan, harus berkesinambungan. Sehingga setiap persoalan yang mengapung bisa ditangani dengan baik dan tuntas,” ujarnya. Enye