Diserahkan ke UNP, Akper Padang Pariaman Jadi Perguruan Tinggi Negeri

1865

JURNAL SUMBAR | Padang Pariaman – Pemkab Padang Pariaman serah terimakan Akademi Keperawatan miliknya kepada Universitas Negeri Padang. Penyerahan itu dilakukan setelah melalui berbagai masa persiapan dan proses yang cukup panjang, Jumat, 10 November 2017.

Serah terima yang dilakukan di Auditorium UNP tersebut hadir Kepala Biro Umum dan Keuangan Menristekdikti, Rektor UNP, Forkompinda Prov Sumbar, DPRD Padang Pariaman. Forkompinda Padang Pariaman, OPD Padang pariaman dan Direktur Akper.

Suhatri Bur, Wakil Bupati Padang Pariaman mengucapkan terima kasih dan bahagianya atas serah terima tersebut, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Ristek dan Dikti dan keluarga besar UNP yang telah menerima AKPER kami menjadi keluarga besar UNP, sehingga yang selama ini dikenal dengan AKPER Pemkab Padang Pariaman, kini menjadi AKPER UNP,” ujarnya.

“Kami sangat berbahagia karena anak-anak kami yang menjadi mahasiswa AKPER sekarang menjadi mahasiswa UNP Prodi Keperawatan,” ucapnya lagi.

Disamping itu, wakil bupati yang dikenal dengan merakyat ini mempunyai harapan untuk kemajuan akper kedepannya. “Harapan kami, AKPER UNP menjadi tambah maju, mahasiswanya tambah banyak, dosenya juga pun bertambah. Kami akan selalu mengenang dan tentu akan membantu untuk kemajuan AKPER UNP ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu Happy Neldy, SE, MM, Ketua Komisi III DPRD Padang Pariaman yang hadir mewakili Ketua DPRD Padang Pariaman menyebutkan, serah terima adalah untuk mematuhi regulasi dari pusat dimana pemda tidak boleh lagi mengelola perguruan tinggi. “Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemda, yang mana pemerintah kabupaten/kota dan pemprov tidak lagi menangani urusan perguruan tinggi,” jelasnya.

Ketua Gerindra Padang Pariaman itu menyambut baik serah terima tersebut, karena secara otomatis Akper Pemda tersebut akan menjadi Negeri sehingga tamatan Akper UNP tersebut akan lebih baik secara kualitas dan ini akan menguntungkan bagi mahasiswa Akper tersebut.

“Ini juga sekaligus menguntungkan bagi masyarakat Padang Pariaman, karena kampusnya masih tetap di wilayah Padang Pariaman,” tutupnya. Rilis