Pra HPN 2018, Sumbar Gelar Seminar Nasional Jurnalistik

Pers Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

402
Gubernur Irwan Prayitno memukul gong tanda dimulainya seminar nasional tentang jurnalistik di Convention Hall, Alahan Panjang Resort, kabupaten Solok. Poto: Ist.

JURNAL SUMBAR | Solok – Untuk menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Pemprov Sumbar bersama PWI Sumbar mengadakan kegiatan Pra HPN berupa seminar nasional. Kali ini, seminar nasional diangkat bertajuk “Pers Sebagai Alat Pemersatu Bangsa”.

“Kegiatan seminar nasional yang diadakan ini patut menjadi acuan. Apalagi, ini menjelang HPN 2018 yang akan dilaksanakan di Sumbar. Sehingga, adanya seminar ini dapat memberikan masukan yang positif bagi panitia dalam mensukseskan HPN nantinya,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat membuka seminar nasional Pra HPN di Convetion Hall, Alahan Panjang Resort, Jumat (3/11) lalu.

Dikatakannya, seminar nasional ini mengangkat tema yang sangat bagus, yakni pers sebagai alat pemersatu bangsa. Oleh karena itu, peranan pers sangat penting dalam memberikan informasi yang positif bagi masyarakat.

“Untuk itu, adanya informasi yang positif diberikan pers kepada masyarakat sehingga menimbulkan rasa optimis bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar sesuai fakta dan terhindar dari informasi Hoax,” katanya.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyebutkan, bahwa diperlukan pemahaman dalam berinteraksi dengan media terutama dalam pengemasan dan memilih konten yang akan disampaikan pemerintah melalui Humas ke media.

“Oleh karena itu, Humas perlu memperhatikan konten informasi itu semenarik mungkin agar benar-benar sampai kepada masyarakat baik itu, melalui media cetak yang dibaca, didengar lewat radio maupun ditonton dari televisi,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang acara puncak akan dilaksanakan pada 9 Februari nanti. Perlu persiapan yang matang dari sekarang karena HPN ini membawa harga diri Sumbar.

“HPN ini merupakan harga diri dari Sumbar, karena kegiatan yang berskala nasional. Apalagi akan dihadiri Presiden dan pejabat negara. Sehingga, dari sekarang perlu persiapan yang matang,” ulasnya.

Lanjutnya, karena HPN ini begitu besar pengaruhnya kepada pembangunan daerah. Apalagi, kunjungan insan pers dari seluruh pelosok Indonesia yang akan menyampaikan informasinya kepada masyarakat luas ini tidak boleh membuat kecewa penyelengaraanya.

“Jangan buat kecewa. Karena penyelengaraan ini membawa nama Sumbar dan sekaligus ajang promosi daerah. Karena, akan diinformasikan tentang Sumbar oleh insan pers yang datang. Untuk itu semua pihak harus sukseskan HPN ini,” tukasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hamdani bahwa diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan cara membuatkan agenda yang jelas dan terarah serta keakraban dengan media.

“Jika komunikasi pemerintah buruk, maka tekanan pers kepada pemerintah menjadi buruk juga. Jika komunikasi pemerintah baik, maka baik juga di media, sehingga keduanya baik itu pers dan pemerintah bisa mewujudkan persatuan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gungun Siswadi menyebutkan, peranan pers sangat penting dalam membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program literiasi media. Apalagi, saat ini banyak konten berita Hoax.

“Untuk itu pers dan pemerintah dalam upaya menyatukan bangsa ini salah satunya dengan melawan berita-berita hoax,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono menyebutkan bahwa peranan pers dalam pemersatu bangsa sebenarnya sudah merupakan tujuan yang ideal.

“Untuk itu, peranan dalam menyatukan bangsa secara bernegara memang seharusnya. Dan, media mesti membangun dan menjaga demokrasi dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, media mesti memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan fakta. Jangan menyebarkan berita Hoax, tetapi ikut berperang melawan setiap pemberitaan Hoax yang mengatasnamakan pers.

“Lawan semua berita Hoax itu, dengan memberikan pemberitaan yang sebenarnya sesuai dengan fakta, ” pungkasnya.

Seminar Nasional Pra HPN dari tanggal 3 November hingga 4 November 2017 ini turut dihadiri Kepala Biro Humas se Indonesia, Ketua PWI Provinsi se Indonesia dan Kepala Bagian Humas/Infokom se Sumatra Barat. Advt.