Wabup Arrival Boy Ajak Perantau Sijunjung Bersama Bangun Daerah

363

JURNAL SUMBAR | Batam – Sumbar Expo 2017 di Batam juga dimanfaatkan Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy bertemu dengan para perantau asal Sijunjung.

Senin (13/11/2017) kemarin, mantan aktivis 1998 itu didaulat untuk berdiskusi soal pembangunan di Sijunjung oleh para perantau yang tergabung dalam jurai IKKS (Ikatan keluarga Kabupaten Sijunjung) Batam.

Karena didaulat berdiskusi untuk kemajuan daerah, tentu saja Ketua Umum DPD Partai Golkar Sijunjung itu merasa bangga dan penuh kegembiraan. Apalagi silaturahmi semacam itu jarang ketemu.

Peretemuan dengan IKKS Batam itu dilaksanakan di salah satu hotel Kota Batam yang dihadiri oleh perwakilan kecamatan-kecamatan se Kota Batam. Bahkan para perantau Batam asal Ranah Lansek Manih itu terlihat antusias saat menyambut Wabup Arrival Boy.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut Wakil Bupati Arrival Boy didampingi istri Nyonya Ria Arrival Boy. Mereka melaksanakan diskusi dengan perantau guna menerima masukan masukan serta menyampaikan perkembangan pembangunan di kampung halaman.

Untuk diketahui, sebelumnya pertemuan juga telah diawali dengan kehadiran Bupati Yuswir Arifin beberapa waktu lalu pada pembukaan Sumbar Expo 2017. Para perantau yang juga investor mengaku siap bekerjasama untuk mengembangkan potensi potensi yang ada di Kabupaten Sijunjung.

Kepada Jurnal Sumbar, Selasa (14/11/2017) Wabup Arrival Boy, dalam WhatAppnya, menyebutkan, pertemuan juga dilanjutkan dengan tanyajawab dan menyampaikan masukan masukan guna menggali potensi daerah untuk mewujudkan menjadikan nagari yang Madani.

“Yang jelas, pertemuan dengan para perantau membawa semangat dan motivasi bagi perantau untuk ikut dan terlibat bersama-sama membangun Sijunjung dengan segala potensi yang ada, kerja nyata, kerja dari hati dan kerja yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seluruh generasi penerus Sijunjung menjadi cita-cita para perantau,” ungkap Arrival Boy bangga.

Pemda Sijunjung menyadari, bahwa banyak potensi daerah yang belum tergali dan terolah maksimal. “Nah, untuk itu butuh semua pihak untuk dapat mengambil peran agar masyarakat kita mampu nenjadi subjek dalam pembangunan ini,” sambung Wabup. Saptarius