Bangun Pessel, Bupati Hendrajoni Utamakan Investasi Berbasis Kerakyatan

373
Bupati HJ paparkan peluang investasi di Pessel kepada saudagar Minang di bawah koordinasi Fahmi Idris. Ist.

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Akhir-akhir ini Kabupaten Pesisir Selatan memang jadi objek perhatian. Tangan dingin Hendrajoni sebagai bupati mampu melambungkan daerah tersebut sejajar dengan daerah-daerah lain di Provinsi Sumatera Barat dan beberapa kesempatan tampil di panggung nasional.

Dalam rentang dua bulan terakhir saja sangat banyak investor dan konsorsium bisnis menyatakan minat untuk menanamkan modalnya di daerah yang berjuluk Negeri Sejuta Pesona tersebut. Pemkab setempat juga memudahkan dalam hal segala perizinan.

“Kami terbuka sekali kepada investor yang serius. Segala perizinan tidak ada yang bayar alias gratis,” kata Hendrajoni pertengahan Oktober lalu.

Hendrajoni membuka kran itu dengan memberikan kemudahan namun tetap mengikuti regulasi yang telah ditetapkan dengan catatan investasi tersebut berbasis kerakyatan dan menguntungkan masyarakat Pesisir Selatan.

“Kita memang memberikan kemudahan kepada investor yang berminat menanamkan investasi, namun tetap mengacu kepada regulasi dan yang tidak kalah penting menguntungkan masyarakat Pesisir Selatan,” tegas Hendrajoni.

Dua bulan terakhir Pesisir Selatan diserbu oleh para pebisnis yang umumnya bergerak di sektor pariwisata. Mereka berdatangan ke kabupaten yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera itu untuk melihat langsung potensi yang dimiliki daerah tersebut.

Pertengahan Oktober lalu Pessel kedatangan 150 orang investor dari manca negara. Mereka berkunjung ke berbagai tempat di Pesisir Selatan. Para pebisnis itu juga mengitari Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh yang dua hari lalu meraih juara pertama dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 untuk kategori surga tersembunyi terpopuler.

Pesisir Selatan yang terus berbenah dengan menciptakan iklim usaha yang sehat dan dua tahun terakhir berkembang dengan pesat menarik minat sejumlah pelaku usaha. Termasuk konsorsium binis Kongsi Delapan (Kodel) yang merupakan bendera bisnis konglomerat papan atas asal Sumbar, Fahmi Idris.

Kumpulan pebisnis tersebut mengundang Bupati Hendrajoni untuk datang ke Jakarta. Hendrajoni pun bertolak ke Jakarta memenuhi undangan tersebut. Di Wisma Kodel, Ketua DPD PAN Pessel tak sungkan berdiri di hadapan para pengusaha itu untuk menjelaskan tentang kondisi Pessel dan sederet potensi daerah yang dia pimpin.

“Demi kemajuan daerah Pesisir Selatan. Investasi sangat penting bagi Pessel agar ekonomi masyarakat Pessel terus tumbuh dan bergerak. Usaha masyarakat berkembang. Untuk itu kita harus mendatangkan banyak orang ke Pessel,” tutur Hendrajoni.

Dalam mendatangkan investor, Hendrajoni menerapkan system keterbukaan. Pertemuan pun disaksikan banyak orang orang lengkap dengan dokumentasi. Cara yang dia terapkan tersebut bertujuan untuk ditiru oleh bawahan dan jajarannya.

“Keterbukaan dan transparansi zaman now ini suatu kewajiban. Kita tidak ingin ada yang ditutup-tutupi. Niat kita hanya ingin daerah maju. Ekonomi berkembang dan lapangan kerja terbuka,” ucap HJ, sapaan karib Hendrajoni.

Transparan dalam hal mendatangkan investasi telah diterapkan Hendrajoni sejak mula dia menjabat sebagai orang nomor satu di Pesisir Selatan. Metode tersebut tetap ia pratekan tatkala kedatangan seratusan investor asing pertengahan Oktober lalu hingga menerima pebisnis Kuwait di rumah dinas bupati, Painan pekan lalu.

Hendrajoni optimis para pebisnis yang datang ke Pessel tersebut akan menanamkan modalnya untuk berbagai jenis usaha. Hal itu terlihat dari keseriusan para pengusaha utnuk datang berkunjung ke Pessel. Dari obrolan dengan pengusaha itu HJ menyimpulkan tahun depan telah ada perkembangan.

“Para investor sangat antusias. Mereka (investor) bilang bahwa Pessel punya prospek bisnis jangka panjang,” kata Hendrajoni menirukan ucapan para investor usai presentasi didepan pebisnis asal Kuwait beberapa waktu lalu. Jefri