Ketua Bhayangkari Sijunjung Promosikan Teh Asam Gelugur “Garci Tea”

374

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Meski libur, tak berarti harus berhenti beraktifitas. Tak hanya polisi yang dituntut mengayomi masyarakat, tapi justeru para istri polisi juga tak kalah pedulinya pada masyarakat.

Tenggoklah apa yang dilakukan istri Kapolres Sijunjung, AKBP. H. Imran Amir, SIK, MH sebagai istri polisi yang kini menjabat sebagai Ketua Bhayangkari Sijunjung. Siapa lagi kalau bukan Ny. dr. Hj. Yolla Giovanna Imran Amir yang ramah dan merakyat itu.

Didampingi Kabid Industri Dinas Koperindag Sujunjung, Hendri Nurka, ketua Ranting Bhanyangkari Lubuktarok, Ny. Ani Syafruddin Arief, istri Wakapolres Ny. M. Seregar dan para istri PJU dan Kasat Polres Sijunjung, Sabtu (30/12/2017), usai membuat makanan tradisional “Godok Obuih” di Lubuktarok, langsung bertandang ke pabrik herbal Teh Asam Gelugur “Garci Tea” di Nagari Latang yang dikawal Kapolsek Lubuktaro, Iptu Syafruddin Arief,SH beserta anggota polsek setempat.

Ketua Bhayabgkari Sijunjung ini, tak hanya ingin tahu cara mengelola Teh Asam Gelugur, tapi dia juga punya niat untuk turut mengenalkan hasil Usaha Kecil Menengah (UKM) berupa produk Garci Tea dari Nagari Latang Lubuktarok ke pasaran, terutama di lingkup keluarga Polri, baik di Sijunjung, dan dilingkungan keluarga polisi di Polda Sumbar dan dilingkungan keluarga Polri pada umumnya.

“Jika memang ada peluang kita akan turut tampil memasarkan hasil kerajinan yang dikelalo pelaku UKM Sijunjung, seperti halnya Garci Tea ini khusus di kalangan keluarga Polri dan umumnya masyarakat,” kata Yolla Giovanna itu kepada Jurnal Sumbar, Sabtu (30/12/2017).

Menurut Ketua Bhayangkari Sijunjung itu, Garci Tea adalah  produk herbal berupa teh celup yang di produksi secara profesional dan higienis.

“Garci Tea Hijau berbahan baku dari Gelugur (Garcinia Atroviridis/Sinonim dengan Garcinia Cambogia),
dan Garci Tea Kuning berbahan baku asam kandis (Garcinia Xanthocymus). keduanya adalah kerabat manggis (Garcinia.sp) yang keberadaannya hampir punah,” jelas Yolla Giovanna didampingi Kabid lndustri Dinas Koperindag Sijunjung, Hendri Nurka.

“Nah, untuk itulah kita kembali mengkonservasi tanaman ini agar tidak lagi menjadi tanaman langka. Melalui produk ini kami timbulkan gairah masyarakat untuk kembali membudidayakan menjadi tanaman komersial, karena selama ini tanaman ini adalah tanaman tua yang terabaikan. Padahan tanaman ini sangat banyak khasiatnya untuk kesehatan,” tambah Hendri berpromosi diamini dokter Yolla Giovanna.

Lebih jelas dikatakan Hendri Nurka, Garci Tea Hijau terbuat dari asam gelugur (Garcinia atroviridis) atau sinonim Garcinia cambogia, salah satu plasmanutfah lokal Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Komposisi: daun asam gelugur (90%), dan buah asam gelugur (10%). Diolah secara alami dan higienis tanpa bahan pengawet dan aman untuk dikonsumsi. Secara tradisional telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengawet, bumbu masak dan obat batuk.

Tak hanya itu, Hendri, daging buah asam gelugur mengandung hydroxy-citric acid (HCA), yang dapat menghambat ATP dependent citrate lyase, enzim kunci konversi karbohidrat menjadi lemak dan sintesis cholesterol, serta menghambat pembentukan glikogen melalui konversi lemak menjadi energi.

Penggunaan asam gelugur mampu mengurangi penimbunan lemak dalam tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan. Asam gelugur juga meningkatkan kadar serotonia untuk mengurangi nafsu makan. Khasiat asam gelugur antara lain, menyerap kelebihan lemak (melangsingkan atau menurunkan berat badan), mengurangi kolesterol, melebarkan pembuluh darah dan memperbaiki sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan mengobat rematik.

“Khasiat ini sudah terbukti, dari Testimoni dari salah seorang pelanggan menyatakan bahwa setelah mengkonsumsi Garci Tea Hijau selama satu minggu dapat memperlancar menstruasi setelah 2 tahun tidak mengalami menstruasi. Kami bangga pada ibu-ibu Bhayangkari peduli ikut mempromosikan Teh Asam Gelugur ini,” tambah Hendri. Saptarius