Lima Hari Bersejarah, Momen Penting Bagi Indonesia

134

JURNAL SUMBAR | Padang – Peringatan lima hari bersejarah nasional yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sumbar beberapa hari yang lalu, menjadi momen penting bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumbar. Sebab, kelima hari tersebut, diperingati secara bersamaan.

Lima hari bersejarah itu, yakni Hari Ibu ke-89, Hari Nusantara, Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN), Hari AIDS Sedunia, dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM).

Asisten Bidang II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra Setdaprov Sumbar Syafruddin mengatakan, alasan utama yang membuat Pemprov Sumbar memperingati hari bersejarah pada satu momen ada lima hari besar, untuk membuat makna peringatan yang lebih besar.

Seperti halnya untuk Hari Ibu adalah hari yang diinisiasi dari pergerakan bangsa Indonesia. Peran perempuan bagi pergerakan bangsa telah berlangsung lama, jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya sejak 22 Desember 1929 lewat Kongres Perempuan di Yogyakarta.

“Pengakuan terhadap kaum perempuan tidak saja karena kita melihat pada sejarah yang ada. Karena, bahkan hingga hari ini pun kita mesti mengakui eksistensi kaum hawa di berbagai bidang dalam pembangunan bangsa, dalam rangka mengisi kemerdekaan. Kesetaraan gender, menjadi sesuatu yang lama didambakan, dan kita berharap dengan hari ibu ini hal itu dapat terwujud,” katanya.

Sekaitan dengan Hari Nusantara, Syafruddin mengatakan bahwa terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim yang menyokong kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani, menjadi salah satu cita-cita yang harus diwujudkan. Oleh sebab itu, pembentukan karakter bangsa berwawasan bahari dan menjadikan laut sebagai ruang hidup harus dilakukan kepada generasi sejak dari kecil.

“Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ini menjadi kalimat yang kerap didengungkan akhir-akhir ini, dan kita upayakan segera terealisasi. Untuk itu, peringatan Hari Nusantara bukan hanya sekadar peringatan seremoni, tapi peringatan yang harus diresapi dalam setiap diri kita,” imbuh Syafruddin.

Lalu, pada peringatan HAM, Syafruddin mengutarakan wajib hukumnya bagi pemerintah untuk memenuhi hak asasi rakyatnya. Menurutnya, pemenuhan hak hidup dasar merupakan amanat bagi pemimpin agar rakyatnya mendapatkan kelayakan di sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lingkungan hidup.

“Sedangkan untuk Hari Aids Sedunia, dengan peringatan ini kami dari pemerintah provinsi tak bosan-bosannya mengingatkan, agar kita selalu menjaga anak-kemenakan, serta sanak, saudara, dan lingkungan, dari prilaku-prilaku menyimpang yang dapat menjerumuskan ke lembah penyebaran AIDS yang sangat mengkhawatirkan. Kita semua mesti terus saling mengingatkan, dan tak bosan mengetatkan aturan dan nilai di tengah-tengah generasi muda secara khusus,” tutupnya.

Terakhir, lanjut Syafruddin, sekaitan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN), Syafruddin mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mengaktualisasikan nilai-nilai kesetiakawanan sosial demi membangun Sumbar pada seluruh bidang.

“Dengan kesadaran dan empati yang tinggi. Bersatu padu dengan dilandasi semangat nilai kesetiakawanan sosial, maka permasalahan kesejahteraan sosial di Sumbar dapat dicegah,” pungkasnya.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat dan juga Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa memaknai lima hari bersejarah tersebut, karena terbangunnya bangsa ini, berdasarkan dari sejarah. R. Kampai