Dua Tokoh Kebanggaan Minang Bicara Nagari

496
Yuliandre Darwis dan Arcandra Tahar. Ist

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Yuliandre Darwis selaku ketua KPI berkesempatan mengujungi Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar di Gedung Kementiran ESDM 29/01/18. Pertemuan yang diinisiasi oleh undangan dari Arcandra Tahar ini bertujuan sebagai silaturahmi, dan juga untuk membahas isu-isu strategis kampung halaman mereka, dimana kedua tokoh nasional merupakan Putra Asli Sumatera Barat.

Meskipun terpaut usia yang cukup jauh, kedua tokoh asli Minangkabau ini terlihat sangat akrab, bahasa tubuh yang santai dan tanpa ada rasa canggung membuat suasana diskusi menjadi hangat. Beberapa hal menjadi topik pembicaraan kedua tokoh yang pernah sama-sama menjalani pendidikan S1 di Bandung ini diantaranya, isu sosial, pergerakan ekonomi, bahkan isu agama yang sedang hangat di Nagari Minangkabau.

Kedua tokoh ini sempat membahas keresahan masalah LGBT yang sempat menghebohkan warga Sumatera Barat dengan adanya Fanpage Facebook LGBT Sumatera Barat. Sebagaimana yang kita tahu Minangkabau adalah Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah yang seyogyanya menjunjung tinggi nilai agama sebagai role model untuk hidup, menurut Yuliandre Isu LGBT harus segera diredam dengan tindakakan yang kongkrit dari pemerintah daerah, jika tidak Minangkabau yang kita kenal sebagai adat budaya yang agamis akan tercoreng.

Dalam diskusi ringan tersebut keduanya sepakat bahwa cara yang paling tepat untuk mengangkat Sumatera Barat adalah memperkuat sektor Pendidikan dan Pariwisata, keduanya sepakat bahwa dua cara tersebut paling tepat saat ini untuk meningkatkan mutu ekonomi Ranah Minang.

Yuliandre yang juga dikenal sebagai tokoh pendidikan menambahkan bahwa faktor pendidikan yang mengacu kepada pemberdayaan sumber daya manusia yang berkualitas dan pariwisata khususnya halal destinantion bisa menjadi motor pergerakan ekonomi unggul untuk Sumatera Barat, dimana Sumatera Barat yang terdiri dari 19 Kabupaten/Kota yang tiap daerah tersebut memiliki destinasi wisata masing-masing serta kuliner lezat yang bahkan sudah diakui dunia.

Wakil Menteri yang menamatkan Doktoral di Amerika ini pun menambahkan, potensi pariwisata akan menjadi potensi yang sangat besar untuk kemajuan ekonomi Ranah Minang, dimana gelar World Halal Tourism yang disematkan kepada Sumatera Barat pada tahun 2016 harus menjadi acuan dari percepatan pembangunan pariwisata di Nagari, baik faktor insfrastruktur maupun SDM yang mumpuni, tentu ini perlu sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan juga masyarakat.

Sebelum pertemuan berakhir Yuliandre memberikan harapanya atas pertemuan kedua tokoh ini bisa diduplikasi oleh tokoh-tokoh Minang lain. Menurut Pria yang berasal dari Pariaman ini kecintaan terhadap tanah kelahiran harus ditunjukan dengan rasa kepedulian dan memberikan manfaat kepada ranah Minang, dan diharapkan diskusi kecil tersebut memberikan sebuah bentuk karya ataupun tindakan yang nantinya bisa bemanfaat untuk Nagari. rilis/rizki